Ilustrasi serangan udara. (dok. anadolu agency)
Ilustrasi serangan udara. (dok. anadolu agency)

Berniat Lumpuhkan Kekuatan AS dan Israel, Iran Lakukan Manuver 'Gila'

Adri Prima • 10 Maret 2026 22:25
Ringkasnya gini..
  • Iran mengklaim meluncurkan gelombang serangan ke-34 terhadap target militer AS dan Israel menggunakan tiga jenis rudal serta satu rudal hipersonik.
  • Iran menargetkan instalasi penting, termasuk Al Dhafra Air Base, Naval Support Activity Bahrain, serta Ramat David Airbase dan Haifa Airport.
  • Donald Trump masih berupaya mendapatkan dukungan publik untuk konflik tersebut, namun sebagian warga AS mulai khawatir terhadap dampak ekonomi.

Jakarta: Korps Garda Revolusi Iran menyatakan telah melancarkan gelombang serangan terbaru terhadap target militer Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan melalui kantor berita semi-resmi Mehr News Agency.
 
Dalam keterangannya, Islamic Revolutionary Guard Corps menyebut serangan tersebut merupakan gelombang ke-34 yang dilakukan menggunakan tiga jenis rudal serta satu rudal hipersonik.
 
Serangan itu disebut menargetkan sejumlah instalasi militer, termasuk pangkalan udara Al Dhafra Air Base di dekat Abu Dhabi serta pangkalan udara Naval Support Activity Bahrain di Manama. 

Selain itu, beberapa target di Israel juga disebut menjadi sasaran, termasuk Ramat David Airbase dan bandara sipil Haifa Airport.
 

Baca juga:
Trump Ancam Serang Iran 20 Kali Lebih Keras Jika Selat Hormuz Diblokade


 
“Peluncur rudal tersembunyi tentara Zionis di 'Bnei Brak' di sebelah timur Tel Aviv, dihantam oleh rudal Iran yang ampuh,” tambah pernyataan itu.
 
Di sisi lain, pemerintahan Donald Trump disebut masih berupaya mencari dukungan publik Amerika terhadap konflik yang sedang berlangsung. 
 
Mengutip laporan Al Jazeera, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menilai konflik ini berkaitan dengan produksi IED oleh Iran yang sebelumnya melukai tentara Amerika selama Iraq War.
 
Namun, alasan tersebut dinilai tidak sepenuhnya diterima oleh masyarakat Amerika. Kekhawatiran utama publik kini berfokus pada lamanya konflik akan berlangsung.
 
Selain faktor keamanan, masyarakat juga mulai merasakan dampak ekonomi, termasuk lonjakan harga bahan bakar. Kenaikan harga pupuk juga menjadi perhatian karena sebagian pasokan berasal dari kawasan Timur Tengah yang kini terdampak konflik.
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan