Presiden tertua di dunia itu, mengadakan pesta meriah pada Sabtu 27 Februari. Pesta menjadi ironi di saat rakyatnya dihadapkan pada kelaparan dan kekeringan.
Perayaan ini juga dihadiri oleh pejabat, puluhan ribu loyalis partai dan masyarakat umum. Mereka akan disuguhkan dengan konser, parade jalanan dan pesta-pesta lainnya di Masvingo.
"Penyelenggara berupaya keras untuk memastikan bahwa perayaan ini berjalan sukses," ujar Juru Bicara Partai Zanu-PF, Simon Khaya-Moyo, seperti dikutip AFP, Sabtu (27/2/2016).
"Semuanya sudah disiapkan dan kami mengharapkan acara yang luar biasa," lanjutnya.
Mugabe sudah berkuasa di Zimbabwe selama 36 tahun. Selama berkuasa, Mugabe dituduh melakukan kecurangan pemilu, pengusiran warga dan melanggar HAM serta bertanggungjawab atas penurunan ekonomi di negaranya.
Pada 21 Februari lalu,-yang merupakan tanggal lahir Mugabe- media setempat melontarkan pujian atas kepemimpinan Mugabe sejak kemerdekaan Zimbabwe dari Inggris.
Sementara pesta Sabtu ini akan diadakan di sebuah tenda besar yang didirikan di reruntuhan istana Kekaisaran Munuhmutapa. Tempat ini sudah dinyatan warisan dunia oleh UNESCO.
Untuk perayaan, banyak permainan rakyat sudah disiapkan. Sementara ternak juga banyak dipotong dalam perayaan yang akan dihadiri oleh sekitar 50 ribu orang.
Adapun biaya perayaan ini dikabarkan menghabiskan uang sebesar USD800 ribu. Jumlah tersebut tentu memicu kontroversi di mana Zimbabwe dilanda kekeringan dan kekurangan pangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News