Sekelompok anak-anak mengikuti kelas di sebuah sekolah yang belum selesai dibangun di desa al-Kashar, Yaman, 16 September 2019. (Foto: AFP/AHMAD AL-BASHA)
Sekelompok anak-anak mengikuti kelas di sebuah sekolah yang belum selesai dibangun di desa al-Kashar, Yaman, 16 September 2019. (Foto: AFP/AHMAD AL-BASHA)

PBB: 2 Juta Anak-Anak di Yaman Putus Sekolah

Internasional konflik yaman
Willy Haryono • 25 September 2019 16:00
Sanaa: Dua juta anak-anak di Yaman putus sekolah setelah negara tersebut dilanda konflik bersenjata sejak Maret 2015. Data disampaikan Agensi Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNICEF, Rabu 25 September 2019,
 
UNICEF menambahkan, 3,7 juta anak-anak lainnya yang masih bersekolah di Yaman juga terancam putus sekolah karena banyak guru belum mendapat gaji selama lebih dari dua tahun.
 
"Kekerasan dan serangan terhadap sekolah juga membuat banyak anak-anak tidak dapat pergi ke sekolah," kata Sara Beysolow Nyanti, perwaklilan UNICEF di Yaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut data UNICEF, satu dari lima sekolah di Yaman sudah tidak dapat digunakan karena hancur terkena dampak perang. Kondisi ini semakin memperparah sistem edukasi di Yaman yang sebelum konflik pun sudah masuk kategori rentan.
 
"Anak-anak yang tidak bersekolah menghadapi beragam risiko ancaman eksploitasi, termasuk dipaksa ikut berperang, bekerja paksa atau menikah dini," ungkap Nyanti, disitat dari AFP, Rabu 25 September 2019.
 
Puluhan ribu orang, sebagian besar warga sipil, tewas dalam konflik di Yaman sejak Saudi dan para sekutunya ikut mengintervensi pada Maret 2015. Saudi ikut dalam konflik dalam membela Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi, yang terusir dari Sanaa di akhir 2014.
 
Pertempuran di Yaman juga telah membuat jutaan orang telantar. Menurut data PBB, sekitar 24,1 juta warga Yaman -- lebih dari sepertiga total populasi negara tersebut -- membutuhkan bantuan darurat.
 
Masih dari data UNICEF, sekitar 1,8 juta anak-anak di bawah umur lima tahun di Yaman mengalami malnutrisi akut.
 
PBB menyebut pertempuran di Yaman telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di era modern.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif