WNI bernama Turini berhasil diselamatkan setelah hilang di Arab Saudi selama 21 tahun. Foto: Dok.KBRI RIyadh.
WNI bernama Turini berhasil diselamatkan setelah hilang di Arab Saudi selama 21 tahun. Foto: Dok.KBRI RIyadh.

21 Tahun Hilang, Turini Ditemukan Bekerja di Arab Saudi

Internasional arab saudi wni
Fajar Nugraha • 19 Juli 2019 07:57
Riyadh: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh, Arab Saudi, berhasil menyelamatkan warga negara Indonesia (WNI) yang hilang kontak dengan keluarganya selama 21 tahun. WNI itu pun diketahui juga overstayer atau melebihi batas waktu tinggal di sebuah negara.
 
Ini keberhasilan yang berlanjut setelah sebelumnya WNI lainnya Eti binti Tayib berhasil bebas dari hukuman mati dengan tebusan Rp15 miliar.
 
WNI yang berhasil diselamatkan ini bernama Turini binti Mashari Tarsina yang berasal dari Kedawung, Cirebon. Dia berangkat ke Arab Saudi sejak 24 Oktober 1998.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Turini diketahui bekerja untuk keluarga Aun Niyaf Aun Alotaibi. Laporan mengenai Turini mulai muncul sejak pertengahan tahun 2013. Namun karena data-data yang minim menyulitkan KBRI Riyadh melakukan pencarian.
 
“Selama bekerja dalam kurun waktu 21 tahun, Turini belum pernah menerima gaji, dan tidak memiliki akses komunikasi dengan keluarga di Indonesia. KBRI kemudian melakukan negosiasi dengan majikan,” ujar Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.co.id, Jumat, 19 Juli 2019.
 
“Pada 2 April 2019, dengan bantuan Kantor Polisi Dawadmi, Tim KBRI Riyadh dapat bertemu dengan Turini dan bernegosiasi langsung dengan Feihan Mamduh Al-Otaibi di rumah majikan, di Kampung di pedalaman Arab Saudi atau sekitar 387 Kilometer dari Riyadh,” imbuh Dubes Agus.
 
Menurut Dubes Agus proses negosiasi dengan majikan berlangsung cukup alot. “Namun dengan pendekatan mengedepankan etika sosial, Alhamdulillah majikan luluh hatinya dan bersedia membayarkan hak-hak gaji Turini sebesar 150.000 Riyal atau setara Rp550 juta,” sebutnya.
 
Dubes Agus menambahkan bahwa KBRI Riyadh akan selalu memastikan kehadiran negara di tengah-tengah para WNI di Saudi. “KBRI harus harus melayani dengan hati semua WNI yang ada di Saudi,” ucap Dubes Agus.
 
Sementara terkait dengan denda overstay Turini selama 21 tahun akan dibebankan kepada Kafil atau majikan. Selain itu majikan juga harus menanggung tiket Turini yang akan terbang ke Indonesia pada 21 Juli 2019 dengan didampingi oleh staf KBRI berwarga negara Arab Saudi, Muhammad al-Qarni yang terlibat langsung dalam penyelamatan Turini.
 


 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif