Ratusan ribu warga Suriah mengungsi ke sejumlah negara sejak konflik di negara tersebut meletus pada 2011. (Foto: AFP)
Ratusan ribu warga Suriah mengungsi ke sejumlah negara sejak konflik di negara tersebut meletus pada 2011. (Foto: AFP)

PBB: 94 Ribu Warga Sudah Kembali ke Suriah

Internasional turki Turki serang Kurdi
Willy Haryono • 02 November 2019 18:05
New York: Sedikitnya 94 ribu warga sipil telah kembali ke rumah mereka masing-masing di sejumlah area yang telah 'dibersihkan' dalam operasi anti-teroris oleh Turki di Suriah utara.
 
Dikutip dari Yeni Safak, Sabtu 2 November 2019, PBB menyebut kembalinya puluhan ribu warga sipil itu berlangsung secara bertahap dalam 10 hari terakhir.
 
Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), mengatakan kepada media Anadolu Agency bahwa sekitar 200 ribu orang telah meninggalkan rumah mereka masing-masing di Suriah utara sejak Turki melancarkan operasi bernama Operation Peace Spring.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah ada pergerakan kepulangan warga. Hari ini, ada sekitar 94 ribu warga yang sudah pulang ke rumah mereka masing-masing. Area-area tempat berdirinya rumah mereka kini sudah berada di bawah kendali Turki," kata Laerke.
 
Ia menambahkan saat ini masih ada sekitar 100 ribu warga yang masih telantar akibat operasi militer Turki di Suriah,.
 
Pada 9 Oktober, Turki meluncurkan Operation Peace Spring di Suriah utara, tepatnya di wilayah timur Sungai Efrat. Turki mengatakan tujuan dari operasi ini adalah mengamankan perbatasan dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi atau YPG, yang dianggap Ankara sebagai grup teroris.
 
Selain itu, tujuan operasi adalah mengawal kepulangan para pengungsi Suriah dan memastikan integritas wilayah negara tersebut. Laerke menyebut situasi yang berkembang di perbatasan Turki-Suriah relatif dinamis.
 
Memasuki tanggal 17 Oktober, Turki mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk menghentikan operasi militer. Penghentian sementara bertujuan agar YPG dapat mundur dari wilayah yang akan dijadikan zona aman di Suriah.
 
Lima hari berselang, Turki dan Rusia mencapai kesepakatan lain, yakni YPG harus mundur sejauh 30 kilometer dari perbatasan selatan Turki. Selama ini, Turki menganggap YPG sebagai perpanjangan tangan dari Partai Pekerja Kurdi (PKK), grup yang telah memberontak selama bertahun-tahun.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif