Foto dari rekaman video memperlihatkan sistem pertahanan udara Suriah menembak misil yang meluncur dari arah Israel, 20 November 2019. (Foto: AFP/STR)
Foto dari rekaman video memperlihatkan sistem pertahanan udara Suriah menembak misil yang meluncur dari arah Israel, 20 November 2019. (Foto: AFP/STR)

Suriah Tembak Misil Berbahaya dari Arah Israel

Internasional krisis suriah suriah membara konflik suriah
Willy Haryono • 23 Desember 2019 11:48
Damaskus: Pertahanan udara Suriah menembak beberapa misil yang meluncur dari arah Israel. Salah satu misil itu berhasil ditembak dan serpihannya jatuh di luar area Damaskus.
 
"Misil-misil berbahaya itu berasal dari Wilayah Pendudukan," tulis laporan kantor berita nasional SANA, merujuk pada Israel, Minggu 22 Desember 2019. Salah satu misil dilaporkan jatuh di Aqraba, wilayah pinggiran di tenggara Damaskus.
 
Seorang juru bicara militer Israel yang dihubungi AFP menolak berkomentar mengenai laporan dari media asing, termasuk SANA.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), terdapat tiga ledakan di wilayah pinggiran Damaskus usai sejumlah misil terlihat bergerak ke arah posisi "pasukan Suriah dan Iran."
 
SOHR menyebut sedikitnya dua misil jatuh di dekat Aqraba. Masih menurut SOHR, sejumlah ambulans bertolak menuju tempat jatuhnya misil.
 
Sejak konflik di Suriah meletus pada 2011, militer Israel meluncurkan ratusan serangan udara di wilayah Suriah. Israel menyebut serangan itu ditujukan hanya kepada pasukan Iran dan milisi pro-Teheran.
 
Iran dan Hizbullah, pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, adalah musuh utama Israel.
 
Data SOHR mencatat serangan udara Israel pada 20 November menewaskan 21 milisi pro-Suriah, termasuk 16 warga asing dan dua warga sipil.
 
Juli lalu, enam warga Iran dan tiga milisi pro-Suriah tewas dalam rentetan serangan udara Israel di provinsi Daraa dan Quneitra. Satu bulan kemudian, militer Israel meluncurkan serangan di Aqraba, menewaskan dua personel Hizbullah dan satu milisi Iran.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif