Insiden yang menewaskan 39 orang itu, terjadi di di Hotel Riu Imperial Marhaba di Port El Kantaoui pada Jumat (26/6/2015).
Menurut Perdana Menteri Tunisia Habib Essid banyak dari warga asing yang tewas berasal dari Inggris. Eksodus warga Inggris dari Tunisia pun dimulai.
Biro wisata Thomson and First Choice mengirimkan 10 pesawat untuk mengevakuasi warga Inggris dari Tunisia. Diperkirakan jumlah mereka bisa mencapai 2.500 orang wisatawan yang harus diselamatkan.
"Kami mengucapkan simpati terdalam kepada keluarga dan rekan koran yang terkena imbas serangan ini. Tim bantuan khusus sudah tiba di Tunisia untuk membantu konsumen kami," ujar pihak Thomson, seperti dikutip Reuters, Sabtu (27/6/2015).
Menurut pihak Thomson, seluruh pelanggannya bisa mengubah pesanan ke Tunisia hingga 24 Juli 2015 mendatang.
Saksi mata menyebutkan fakta mengerikan dalam insiden tersebut. Mereka menyebutkan pelaku sengaja memilih target wisatawan asing dalam melakukan aksinya.
Tidak hanya itu, pelaku juga tampak seperti pria normal dan tertawa serta melontarkan lelucon ketika memilih korbannya. Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengaku bertanggungjawab dalam kejadian ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News