Koza Ipek Media, yang memiliki beberapa surat kabar dan dua saluran televisi, juga dikenal mendukung musuh utama Erdogan, yakni ulama Fethullah Gulen.
Penggerebekan di Ankara, Selasa (1/9/2015), semakin menimbulkan kekhawatiran atas melemahnya kebebasan pers di Turki, yang saat ini bersiap menghadapi pemilihan umum legislatif pada November mendatang.
Aparat bertopeng masuk ke beberapa gedung Koza Ipek Media, termasuk Universitas Ipek di Ankara.
"Operasi ini merupakan bagian dari investigasi teroris terhadap Fethullah Gullen," tulis kantor media nasional Anatolia, seperti dikutip AFP.
Ipek Media memiliki surat kabar Bugun dan Millet serta saluran televisi Bugun TV dan Kanalturk serta situs BGNNews.com.
Perintah penggerebekan muncul satu hari setelah pengadilan di Turki memerintahkan aparat untuk menangkap dua jurnalis Inggris atas tuduhan terorisme.
Keduanya bekerja untuk media Amerika Serikat Vice News. Penangkapan ini juga kian mengancam kebebasan pers di Turki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News