"Kami masih berusaha mengidentifikasi jasad dua teroris pria yang melakukan aksi bom bunuh diri," ucap perwakilan kantor Perdana Menteri Ahmet Davutoglu, seperti dilansir AFP.
Dalam ledakan ini, yang diklaim paling mematikan dalam sejarah Turki modern, menewaskan 97 orang, sedikit naik dari laporan sebelumnya di angka 95.
Dari total korban tewas, 92 di antaranya sudah teridentifikasi. Lima korban lain masih ditangani tim forensik.
Partai Demokratik Rakyat (HDP) yang pro terhadap Kurdistan mengklaim korban tewas lebih tinggi dari 128. Klaim tersebut belum dikonfirmasi pemerintah Turki.
Turki mencurigai dua pihak yang mungkin menjadi dalang di balik serangan ini, yakni separatis Kurdistan dan kelompok militan Islamic State atau ISIS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News