AS Berniat Jatuhkan Sanksi Lagi ke Turki
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan). (Foto: AFP).
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan akan memberikan sanksi baru untuk Turki. Sanksi akan diberikan jika Turki tak segera membebaskan Pendeta Andrew Brunson.

"Turki telah mengambil keuntungan dari Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Mereka sekarang tengah memegang Pendeta Kristen kita yang luar biasa, yang saat ini mewakili negara kita sebagai sandera patriot yang hebat," kata Trump di akun Twitter, dilansir dari laman CNBC, Jumat 17 Agustus 2018.

"Kami tidak akan membayar apa pun untuk membebaskan orang yang tidak bersalah, namun kami tetap akan memutuskan Turki," imbuh Trump.


Trump mengatakan selama dua tahun menahan Brunson, Turki telah banyak mengambil keuntungan dari Washington. Sebelumnya AS telah memberikan sanksi ekonomi untuk Ankara, berupa penaikan tarif dagang hingga dua kali lipat terhadap produk Turki.

Hal ini menyebabkan nilai lira jatuh hingga 16 persen. Nilai tersebut merupakan rekor terendah baru terhadap dolar.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendorong warga beramai-ramai menukarkan mata uang asing dengan lira. "Jika ada dolar di bawah bantal Anda, ambil. Jika ada euro, ambil. Segera pergi ke bank dan tukarkan dengan lira. Dengan melakukan itu, kita berjuang dalam perang kemerdekaan," tegas Erdogan.

Turki telah menahan Brunson selama hampir dua tahun. Ankara menuduhnya memiliki kaitan dengan Partai Pekerja Kurdistan dan gerakan Gulen, yang dituduh sebagai dalang di balik percobaan kudeta 2016.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id