Menteri LHK Siti Nurbaya dalam Konferensi Perubahan Iklim (COP23/UNFCCC) Fiji di Bonn, Jerman. Tahun ini membahas mitigasi perubahan iklim untuk pengentasan kemiskikan dan kelaparan Antara Foto/Saptono
Menteri LHK Siti Nurbaya dalam Konferensi Perubahan Iklim (COP23/UNFCCC) Fiji di Bonn, Jerman. Tahun ini membahas mitigasi perubahan iklim untuk pengentasan kemiskikan dan kelaparan Antara Foto/Saptono

Ini Jurus Indonesia Jawab Dilema Pelestarian Lingkungan

Internasional kehutanan ktt perubahan iklim
15 November 2017 20:01
Bonn: Upaya melindungi hutan dan lingkungan yang merupakan paru-paru dunia, sering berdampak negatif terhadap kehidupan ekonomi, sosial dan budaya waga sekitar. Buntutnya adalah meningkatnya kemiskinan, urbanisasi dan pengangguran.
 
Masalah lainnya adalah kebutuhan ketahanan pangan. Pilihan tersedia adalah alih fungsi lahan hutan menjadi sawah dan perkebunan. Indonesia memiliki banyak pengalaman menghadapi situasi dilematis seperti ini. Apa solusinya?
 
"Perhutanan sosial," tegas Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, dalam High Level Roundtables for Climate Actions for Zero Hunger (SDG2) COP 23 UNFCCC, di Bonn, Jerman, Rabu (15/11/2017).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Konsep dari program tersebut adalah mencari jalan tengah dari kepentingan pelestarian alam dengan kebutuhan masyarakat. Cara pemerintah RI adalah dengan memberi peluang kepada masyarakat sekitar hutan yang tercancam miskin dan rawan pangan meningkatkan kesejahteraannya melalui pemanfaatan sumber daya hutan yang lestari.
 
Hingga saat ini Pemerintah RI telah memberikan hak akses dan pengelolaan hutan kepada masyarakat lokal. Sekitar 12,7 juta hektar lahan hutan dalam kategori terdegradasi sampai yang dihuni oleh penduduk asli setempat dapat dipakai sebagai sumber penghidupan warga.
 
"Inti dari Perhutanan Sosial adalah memberikan akses bagi orang untuk bekerja secara legal di lahan hutan negara. Namun tidak untuk kepemilikan tanah," papar Siti Nurbaya.
 
Ini Jurus Indonesia Jawab Dilema Pelestarian Lingkungan
 
Konsep serius tersebut mendapat apresiasi forum. Namun diingatkan tentang implementasi di lapangan perlu banyak perbaikan, tertutama kesejahteraan masyarakat adat dan melindungi hak-hak mereka terhadap hutan adat.
 
(Yudi Watem)
 
 

(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif