Satu hari setelah unjuk rasa dan bentrokan di Yerusalem serta wilayah Palestina, sedikitnya tiga roket ditembakkan ke arah Israel dari Jalur Gaza. Salah satu roket ditembak jatuh oleh sistem anti-misil Iron Dome milik Israel.
Seperti dikutip AFP, satu misil lainnya mendarat di tanah kosong. Misil ketiga mendarat di kota Sderot, namun dilaporkan tidak meledak.
Merespons peluncuran misil, Israel merespons dengan serangan udara terhadap dua fasilitas kelompok Hamas di Jalur Gaza.
Kementerian Kesehatan yang dijalankan Hamas di Gaza melaporkan 14 orang terluka dalam serangan udara tersebut.
Masih di hari yang sama, dua warga Palestina tewas dalam bentrokan dengan Israel di sepanjang pagar yang memisahkan Jalur Gaza dari Israel. Ini merupakan dua kematian pertama terkait keputusan Trump.
Puluhan orang lainnya terluka terkena tembakan peluru karet dalam bentrokan di Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem usai salat Jumat.
Sejumlah pihak khawatir kekerasan ini dapat berujung pada intifada kedua. Intifada adalah gerakan perlawanan Palestina terhadap Israel pada 1987 yang menewaskan ribuan orang.
Sementara itu puluhan ribu orang di negara lain berunjuk rasa menentang keputusan Trump. Negara-negara itu di antaranya Yordania, Turki, Indonesia dan Malaysia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News