Aktivis pro-demokrasi Mesir, Alaa Abdel Fattah, saat melakukan wawancara di rumahnya di Kairo pada 17 Mei 2019 (Foto: AFP/KHALED DESOUKI)
Aktivis pro-demokrasi Mesir, Alaa Abdel Fattah, saat melakukan wawancara di rumahnya di Kairo pada 17 Mei 2019 (Foto: AFP/KHALED DESOUKI)

Aktivis Pro-Demokrasi Ternama Mesir Kembali Ditangkap

Internasional konflik mesir mesir
Arpan Rahman • 30 September 2019 14:04
Kairo: Seorang aktivis pro-demokrasi ternama di Mesir, Alaa Abdel Fattah, kembali ditangkap aparat keamanan setelah sempat mendekam di penjara selama lima tahun.
 
Fattah, seorang blogger dan juga insinyur perangkat lunak, adalah aktivis terdepan di kalangan pemuda Mesir yang memicu terjadinya pemberontakan di tahun 2011. Peristiwa kala itu berakhir dengan tumbangnya presiden Hosni Mubarak yang telah berkuasa selama 30 tahun.
 
Sejumlah kritikus menilai ditangkapnya kembali Fattah merupakan bagian dari gelombang operasi pemerintahan Presiden Abdel Fattah al-Sisi. Sejak berkuasa pada 2014, Sisi terus melancarkan operasi penangkapan dan penahanan terhadap siapapun yang dinilai anti-pemerintah dan menganggu keamanan nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut data sejumlah grup hak asasi manusia, hampir 2.000 orang telah ditangkap sejak aksi protes anti-pemerintah di Kairo dan beberapa kota lainnya dimulai bulan ini.
 
Gelombang protes sejak 20 September ini dipicu oleh kemunculan sejumlah video yang diunggah Mohamed Ali, mantan kontraktor militer yang tinggal terasing di Spanyol.
 
Ali menuduh Sisi telah menghambur-hamburkan uang negara untuk hidup mewah, sementara sebagian warga Mesir hidup menderita. Sisi membantah tudingan tersebut, dan menyebutnya sebagai sebuah "kebohongan."
 
Dalam video yang muncul pada 17 September, Ali mengatakan bahwa jika Sisi tidak mundur pada Kamis 19 September, maka "masyarakat Mesir akan turun ke jalanan."
 
Abdel Fattah pertama kali ditangkap otoritas Mesir pada November 2013, dengan tudingan berunjuk rasa tanpa izin dan menyerang seorang polisi.
 
Setelah dibebaskan dari penjara Tora pada Maret lalu, Abdel Fattah diperintahkan untuk tinggal di sebuah kantor polisi untuk lima tahun ke depan sebagai bagian dari program pembebasan bersyarat.
 
Pihak keluarga mengatakan Abdel Fattah sudah bersiap meninggalkan kantor polisi tersebut, namun kembali ditangkap aparat pada Minggu 29 September pagi.
 
"Saya tiba di kantor polisi dan melihat tempatnya selama ini tinggal dalam keadaan kosong. Syaa bertanya kepada mereka, ada di mana Alaa. Kepala detektif kemudian muncul dan mengatakan bahwa Alaa berada di penjara," kata saudara perempuannya Mona Seif, dinukil dari Al Jazeera, Senin 30 September 2019.
 
Seif, yang juga merupakan seorang aktivis, mengaku tidak diberi tahu mengenai alasan penangkapan ulang Alaa.
 
Seorang sumber keamanan mengatakan sebuah surat penangkapan telah dilayangkan kepada Alaa atas tudingan merilis berita palsu dan memprovokasi masyarakat untuk berunjuk rasa. Kementerian Dalam Negeri Mesir belum berkomentar mengenai penangkapan ulang ini.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif