"Dua pelajar Indonesia yang bersekolah di Turki sudah memperoleh tiket pergantian jadwal. Baru saja berangkat pada 17.40 waktu Turki dari Istanbul menuju Kuala Lumpur lalu Indonesia," kata Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki Azwir Nazar, seperti keterangan tertulis dari PPI yang diterima Metrotvnews.com, Kamis (30/6/2016).
.jpg)
Erfan Ramadhani dan Fajrul Hikmah, pelajar asal Indonesia/PPI
Disebabkan metro (kereta) bawah tanah menuju airport ditutup, kemarin penerbangannya ditunda. Sehingga kedua pelajar dari Ankara ini bertahan di rumah temannya di kawasan Yeni Bosna, Istanbul.
Serangan bom di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul sempat membuat khawatir pihak keluarga yang anak-anaknya bersekolah di Turki. Pada saat insiden tersebut, para pelajar asal Indonesia sedang melakukan perjalanan mudik ke Indonesia.
Pada Selasa, 28 Juni, sejumlah mahasiswa Indonesia di Turki pulang ke Indonesia dengan Royal Jordan pukul 20.30, Qatar Airlines pukul 19.35 dan Turkish Airlines pukul 02.00 (29 Juni 2016).
Sejauh ini, diketahui belum ada informasi adanya korban pelajar Indonesia maupun WNI. PPI menegaskan terus berkomunikasi dengan teman-teman yang berada di Turki untuk update informasi.
Sebagian besar pelajar Indonesia sudah berada di Indonesia karena summer break. Ada juga pelajar dari negara lain yang sedang dan akan transit di bandara Istanbul kemarin (29/6/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News