PM Madagaskar Mundur Demi Akhiri Krisis Politik
Perdana Menteri Madagaskar Olivier Mahafaly Solonandrasana mundur dari jabatannya (Foto: AFP).
Antananarivo: Perdana Menteri Madagaskar Olivier Mahafaly Solonandrasana mundur dari jabatannya untuk mengatasi krisis politik yang terjadi.
 
Pengumuman tersebut dilakukan oleh Solonandrasana pada Senin 4 Juni 2018. Menurutnya ini dilakukan untuk memberikan jalan kepada perdana menteri yang terpilih secara konsensus agar krisis politik terpecahkan.
 
"Saya akan menyerahkan surat pengunduran diri kepada presiden hari ini. Sebagai negarawan, saya tidak bisa menghalangi nasib negara ini," ujar Solonandrasana, seperti dikutip AFP, Senin 4 Juni 2018.
 
"Pengunduran diri ini saya lakukan dengan penuh kelegaan. Saya tidak punya penyesalan dan bisa mundur dengan kepala tegak," imbuh Solonandrasana.
 
"Istana yang megah ini akan saya tinggalkan, tetapi ini bukan perpisahan," tegasnya tanpa menjelaskan apa yang akan dilakukannya di masa depan.
 
Negara di benua Afrika itu diguncang oleh protes dipenuhi kekerasan, yang dipicu dikeluarkannya aturan pemilu baru. Pihak oposisi menilai aturan tersebut dibuat agar kandidat mereka tidak bisa turut serta dalam pemilu yang direncanakan tahun ini.
 
Mahkamah Konstitusi memberikan perintah kepada Presiden Hery Rajaonarimampianina, untuk membentuk pemerintahan nasional. Hal ini menurut pihak mahkamah, untuk mencegah menyebarnya krisis.
 
Hingga saat ini belum diketahui siapa pengganti Solonandrasana. Presiden Rajaonarimampianina pun diharuskan untuk menunjuk perdana menteri baru pada 12 Juni.

(FJR)