Pelestarian sisa Kota Pompeii. Foto: Dok/Metro TV
Pelestarian sisa Kota Pompeii. Foto: Dok/Metro TV

Upaya Pelestarian Sisa Kota Pompeii

MetroTV • 01 Maret 2022 23:44
Pompeii: Upaya melestarikan sisa-sisa Kota Pompeii oleh arkeolog telah mengungkap beberapa penemuan menarik. Salah satu penemuan terbaru para peneliti adalah lukisan dinding yang menandakan sebuah restoran cepat saji kuno.
 
Setelah menjadi kota mati karena terdampak letusan gunung berapi pada tahun 79 Masehi, dan di abad ini Pompeii juga terabaikan cukup lama serta dilanda perubahan iklim yang ekstrim. Namun saat ini Pompeii lahir kembali dengan dilakukannya penguatan guna mencegah keruntuhan lebih lanjut.
 
"Kami melakukan upaya penguatan dengan melakukan injeksi mortar cair tanpa garam sehingga kami dapat kembali mengisi berbagai lapisan yang membentuk plester dinding," ujar Anggota Restorasi Pompeii Vittoria Cutolo dalam tayangan Newsline di Metro TV pada Selasa, 1 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Vittoria juga mengatakan bahwa cairan injeksi yang masuk ke dinding bangunan akan berada di antara plester superfisial, plester, dan dinding, tergantung pada bagian mana yang patah.
 
Di bawah arahan direktur arkeologi yang baru, teknologi inovatif seperti drone, robot, dan kecerdasan buatan dieksplorasi dalam upaya pemulihan kejayaan Pompeii yang hampir lenyap oleh perubahan iklim yang ekstrim.
 
“Proyek Great Pompeii seperti membawa pesawat ini, kembali ke udara dan benar-benar upaya bersama yang hebat untuk mengubah banyak hal. Setelah bertahun-tahun dengan upaya yang besar, banyak orang bekerja di sini dengan profesi yang berbeda seperti arsitek, arkeolog, insinyur, dan sebagainya,” ujar Direktur Arkeologi Pompeii Gabriel Zuchtriegel.
 
Namun menurut Gabriel, proyek ini juga membutuhkan investasi keuangan yang sangat besar. Sehingga setelah berhasil, yang perlu dilakukan saat ini adalah melihat berapa ketinggian penerbangan yang tepat untuk pesawat tersebut agar situasi di tahun 2010 tidak terulang kembali.
 
Sementara itu, sepertiga dari 66 Hektar Pompeii yang masih terkubur dalam lapisan batu lava menimbulkan perdebatan, perlukah diadakan penggalian atau hanya akan dibiarkan begitu saja.
 
“Pompeii adalah tempat luar biasa dengan banyak informasi tentang kehidupan sehari-hari orang kuno. Ada tempat-tempat yang mempertahankan posisi aslinya, hingga jejak furnitur dan pakaian. Bahkan seringkali kelompok keluarga ditemukan di dalam reruntuhan Pompeii,” ujar Arkeolog Alessandro Russo.
 
Menurut Alessandro, masyarakat kadang lupa bahwa pekerjaan penggalian dan kelahiran kembali Pompeii adalah sebuah kehormatan dan tanggung jawab yang besar bagi para arkeolog. Sehingga penggalian ini dilakukan sebagai bagian dari upaya rekayasa untuk mencegah lebih banyak bencana. Sehingga Pompeii akan menghasilkan banyak ilmu pengetahuan menarik.
 
Selain itu, berbagai penemuan baru menunjukkan tentang selera dan kebiasaan penduduk Pompeii saat itu. Dari penemuan ini juga tampak kelas sosial di masyarakat Pompeii.
 
Sejauh ini ditemukan 90 restoran di reruntuhan Pompeii, namun hanya ada satu yang merupakan restoran cepat saji. Dinding di restoran ini dilukis dengan warna kuning mustard dan merah khas Pompeii. Jika dilihat dari sisa-sisa organik dalam wadah, menu ini menampilkan makanan dengan bahan seperti ikan, siput, dan bebek yang kemungkinan besar menjadi andalan penduduk Pompeii.
 
“Tantangan besar di situs ini adalah melestarikan semua rumah yang terdampak buruk oleh iklim dan melestarikan deformasi ini untuk ditunjukkan pada pengunjung masa depan rumah ini serta dampak buruk yang dialami Pompeii di berbagai era,” ujar Arsitek Paolo Mighetto.
 
Meskipun menjadi salah satu situs yang diakui UNESCO, sebagian besar pendapatan Pompeii justru diperoleh dari penjualan tiket, bukan dari pendanaan pemerintah Italia. Padahal, dana dari pemerintah penting untuk penelitian, konservasi, dan restorasi.
 
Penurunan pendapatan terlihat signifikan ketika masa pandemi karena membuat wisatawan menurun drastis. Pada tahun 2019 terdapat 3,8 juta pengunjung, sementara pada tahun 2020 hanya terdapat 565.000 pengunjung di Pompeii. Di tahun 2021, terdapat peningkatan menjadi 1 juta pengunjung. Sehingga, yang dilakukan para arkeolog, arsitek, dan insinyur saat ini bertujuan agar seluruh dunia menjadi pemangku kepentingan dalam membantu Pompeii bertahan. (Leres Anbara)
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif