Salah satu pantai di Maladewa. (Foto: AFP)
Salah satu pantai di Maladewa. (Foto: AFP)

Tangkap Turis Berbikini, Maladewa Meminta Maaf

Internasional maladewa
Arpan Rahman • 12 Februari 2020 11:17
Maafushi: Maladewa meminta maaf kepada seorang turis perempuan asal Inggris yang ditangkap sejumlah polisi. Ia ditangkap karena dinilai berpakaian kurang sopan di ruang publik.
 
Pariwisata merupakan sektor utama penyumbang pendapatan Maladewa, negara pulau di Samudra Hindia yang ramai dikunjungi banyak pasangan dan juga selebritas.
 
Kepolisian Maladewa mengatakan, turis perempuan itu diketahui menggunakan bikini saat berada di jalan utama pulau Maafushi. Polisi juga mengklaim wanita itu sedang mabuk saat berjalan sendirian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Turis di Maladewa dibolehkan menggunakan bikini di resor wisata. Namun di luar resor, semua wisatawan diminta untuk mengikuti norma yang berlaku.
 
Video di media sosial memperlihatkan tiga pria mencoba menahan seorang perempuan. Sementara orang keempat mencoba menutupi tubuh turis itu dengan handuk.
 
Perempuan asal Inggris itu terdengar berteriak, "kalian sedang melecehkan saya," sepanjang insiden penangkapan.
 
Kepala Parlemen Maladewa Mohamed Nasshed mengatakan kepada semua anggota parlemen bahwa dirinya telah menyampaikan permintaan maaf kepada turis tersebut. Usai dilepaskan polisi, turis yang tidak disebutkan namanya itu telah meninggalkan Maladewa, negara mayoritas Muslim.
 
Nasheed berharap otoritas pariwisata Maladewa dapat mengundang kembali turis yang sempat ditahan itu. Komisioner Polisi Maladewa Mohamed Hammed mengakui bahwa jajarannya menangani insiden tersebut "secara kurang baik."
 
"Saya meminta maaf kepada turis dan masyarakat atas semua ini. Tantangan yang saya hadapi adalah menerapkan sikap profesionalisme kepada semua aparat kepolisian. Insiden ini sedang diselidiki," tutur Hameed, dinukil dari Guardian, Selasa 11 Februari 2020.
 
Munculnya video penangkapan turis Inggris memicu kemarahan di kalangan warga Maladewa. Sebagian dari mereka mengkritik turis yang terlihat merebut kacamata salah seorang polisi.
 
Mantan menteri luar negeri Maladewa Dunya Maumoon mengkritik turis dan juga aparat kepolisian. "Dua seharusnya menghormati norma agama dan budaya di negara ini," tulis Maumoon.
 
"Saya mengecam penanganan yang dilakukan kepolisian Maladewa. Seharusnya insiden itu dapat ditangani dengan lebih baik dan profesional," sambungnya.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif