Demonstran membakar kardus berbentuk Dubes Inggris Rob Macaire dan juga bendera AS di Universitas Teheran, Iran, 14 Januari 2020. (Foto: Atta Kenare/AFP via Getty Images)
Demonstran membakar kardus berbentuk Dubes Inggris Rob Macaire dan juga bendera AS di Universitas Teheran, Iran, 14 Januari 2020. (Foto: Atta Kenare/AFP via Getty Images)

Pengadilan Iran Sebut Dubes Inggris 'Persona Non Grata'

Internasional kecelakaan pesawat inggris as-iran
Arpan Rahman • 15 Januari 2020 13:31
Teheran: Duta Besar Inggris untuk Iran Rob Macaire disebut sebagai "persona non grata" oleh juru bicara pengadilan di Teheran. Hal ini terkait dengan penangkapan singkat terhadap Macaire yang dituduh telah menghasut demonstran anti-pemerintah.
 
Macaire ditahan selama kurang lebih tiga jam di Teheran pada Sabtu malam, usai dirinya meninggalkan acara memorial korban dari tragedi pesawat Ukraina yang jatuh ditembak misil Iran.
 
"Di bawah hukum internasional, orang seperti itu adalah 'persona non grata,'" ujar jubir pengadilan Iran Gholam Hossein Esmeili kepada awak media di Teheran, Selasa 14 Januari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masyarakat (Iran) berharap orang seperti itu diusir di bawah norma-norma internasional," lanjutnya, dilansir dari Al Jazeera, Rabu 15 Januari 2020.
 
Menurut sebuah sumber keamanan yang dikutip media nasional Iran, Macaire berusaha "memprovokasi dan mengatur" jalannya aksi protes anti-pemerintah di depan Universitas Amir Kabir di Teheran.
 
Sang dubes membantah semua tuduhan, dan berkukuh dirinya langsung meninggalkan kerumunan massa usai pengunjuk rasa mulai menyanyikan yel-yel. Esmeili menuduh Macaire telah "mencampuri urusan dalam negeri Iran."
 
Sejumlah spanduk yang memuat foto Macaire dibakar sekelompok orang di Teheran pada Selasa kemarin. Label 'persona non grata' tidak mengikat secara hukum, dan keputusan final terkait pengusiran Macaire tergantung dari kementerian luar negeri Iran.
 
Penangkapan terhadap Macaire berlangsung di hari yang sama Iran mengakui tak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraine dengan nomor penerbangan PS752. Iran menyebut penembakan tersebut merupakan "human error," sebuah kesalahan yang dilakukan operator sistem misil.
 
Penembakan fatal yang berujung jatuhnya pesawat maskapai Ukraine International Airlines (UIA) tersebut menewaskan total 176 penumpang beserta kru.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif