Kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh (mengangkat tangan) tolak proposal damai dari Amerika Serikat. (Foto: Anadolu).
Kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh (mengangkat tangan) tolak proposal damai dari Amerika Serikat. (Foto: Anadolu).

Tokoh Hamas: Palestina Tidak untuk Dijual

Internasional palestina israel
Fajar Nugraha • 27 Juni 2019 17:19
Gaza: Kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh mengatakan bahwa Pertemuan Manama di Bahrain, yang membahas proposal Amerika Serikat (AS) untuk perdamaian Timur Tengah sangat tidak bisa diterima.
 
“Pertemuan itu mengamankan perlindungan ekonomi dalam upaya politik untuk melikuidasi masalah Palestina,” tegas Haniyeh, seperti dikutip Middle East Monitor, Kamis, 27 Juni 2019.
 
Pernyataan Haniyeh diutarakannya dalam pidato selama konferensi yang diselenggarakan oleh faksi-faksi Palestina pada Selasa. Konferensi Nasional Palestina untuk menghadapi ‘Kesepakatan Abad Ini’ dan Menolak Lokakarya Manama yang diadakan di Gaza.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami menyaksikan momen bersejarah yang penting. Posisi kami jelas: Palestina tidak untuk dijual. Tidak untuk kesepakatan yang menguduskan hegemoni penjajah atas tanah kami,” tegas Haniyeh.
 
"Orang-orang Palestina berdiri hari ini di hadapan Pertemuan Manama dalam pemberontakan baru dan revolusi politik, karena orang-orang Palestina telah merasakan ancaman strategis yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dihadapi perjuangan Palestina,” ujarnya.
 
Haniyeh menunjukkan bahwa Pertemuan Manama memberikan lampu hijau untuk Israel memperluas upaya pendudukannya dan mengendalikan seluruh Tepi Barat. Selain juga membuka jalan untuk normalisasi dengan negara-negara Arab dan integrasi penjajah di wilayah tersebut.
 
“Pertemuan itu lahir dan langsung mati serta dihadapkan pada frustrasi. Rakyat Palestina saat ini bersatu dalam menghadapi kesepakatan ini,” tuturnya.
 
Haniyeh melanjutkan bahwa "semua orang Arab berdiri hari ini untuk menekankan pentingnya perjuangan Palestina dan bahwa Yerusalem adalah kompas bangsa."
 
Palestina bersatu
 
Pada Selasa malam, ‘Manama Peace to Prosperity Workshop’ dimulai di Bahrain, mengamati aspek ekonomi dari rencana penyelesaian perdamaian Timur Tengah, yang dikenal sebagai Kesepakatan Abad Ini, menurut media AS.
 
Haniyeh menuntut semua faksi "bersikeras kepatuhan yang teguh terhadap perjuangan Palestina, terutama Yerusalem, hak untuk kembali dan negara berdaulat dengan Yerusalem sebagai ibukotanya di seluruh wilayah nasional."
 
Haniyeh mengatakan: "Kami, Hamas, sekarang siap untuk bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Gaza, di Kairo atau di mana saja."
 
Dengan tegas Haniyeh mendukung pembentukan pemerintahan kesepakatan nasional untuk menjalankan pemerintahan dan mempersiapkan pemilihan presiden dan legislatif serta Dewan Nasional Palestina. Tak lupa Pemimpin Hamas yang sangat dihormati itu juga menyerukan “rekonstruksi Organisasi Pembebasan Palestina untuk memasukkan semua faksi di bawah satu kepemimpinan tunggal."
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif