"Saat ini kami memiliki dua awak yang sudah berlatih untuk mengemudikan hoverbike (motor terbang). Kami akan meningkatkan jumlahnya," kata Direktur Umum Departemen Intelijen Kepolisian Dubai Brigadir Khalid Nasser Alrazooqi, dilansir dari laman CNN, Minggu, 11 November 2018.
Hoverbike pertama kali dikenalkan di Dubai pada tahun lalu. Perusahaan startup yang berbasis di California, Hoversurf, memamerkan hoverbike di pameran teknologi GITEX.
Setelah melakukan kesepakatan tahun lalu, Hoversurf memberi hadiah kepada Polisi Dubai dua unit motor terbang dari produksi serial pertama S3 2019 Hoverbike. Dua orang polisi terpilih dilatih untuk dapat menerbangkannya.
Kepala Petugas Operasi Hoversurf Joseph Segura-Conn menjelaskan kandidat yang ideal untuk mengemudikan motor terbang ini adalah mereka yang bisa mengendalikan drone dan mengendarai sepeda motor.
Segura -Conn mengatakan Polisi Dubai memiliki hak eksklusif memesan sebanyak mungkin unit hoverbike. "Mereka akan memberitahu kami bulan depan berapa unit yang ingin mereka miliki. Berkisar antara 30 atau 40 unit, kami akan mewujudkannya," imbuh dia.
Harga hoverbike eVTOL milik Hoversurf ini dibanderol USD150 ribu atau sekitar Rp2,2 miliar. Hoversurf memberi peluang warga sipil dapat membelinya, namun akan disaring untuk memastikan mereka dapat menangani teknologi baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News