Dikenal dengan sebutan "Mongo", pria berjanggut putih itu lebih memilih bercocok tanam dibanding terjun ke dunia politik, seperti kedua adiknya, Fidel dan Raul Castro. Demikian diberitakan Belfast Telegraph, Rabu (24/2/2016).
Dua tahun lebih tua dibanding Fidel, Ramon kerap kali disangka sebagai pemimpin revolusi Kuba itu oleh banyak orang. Namun Ramon kerap membalas bahwa Fidel yang mirip dengan dirinya karena dia lebih tua.
Ramon, Fidel dan Raul anak kedua, ketiga dan keempat dari Angel Castro dari istri keduanya Lina Ruz. Angel Castro juga memiliki dua anak dari pernikahan sebelumnya.
Ketiga bersaudara itu sekolah sebuah sekolah Katolik di wilayah timur Kuba. Saat dewasa, ketiga pergi ke Havana untuk kuliah kemudian melancarkan revolusi melawan diktator Fulgencio Batista.
Namun pada akhirnya Ramon memutuskan untuk tetap tinggal di Desa Biran dan membantu ayahnya.
Ketika Fidel dan Raul masuk penjara, Ramon masih tetap berhubungan dengan mengirim surat. Kadang surat itu juga diselipi daging dan juga sekotak cerutu.
Ketika revolusi Kuba berhasil dan Fidel naik ke tampuk kepimpinan, Ramon kerap bekerja sebagai konsultan bahwa kementerian agrikultur dan gula Kuba. Dia juga membantu peningkatan produksi Kuba pada awal 1960.
Selain itu, Ramon juga mendirikan beberapa perusahaan negara dan mengawasi distribusi gula dan produksi jeruk. Tidak hanya itu Ramon juga terlibat dalam berbagai bentuk penelitian pertanian di Kuba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News