Pasukan milisi STC yang mengklaim menguasai Kota Aden di Yaman. Foto: AFP
Pasukan milisi STC yang mengklaim menguasai Kota Aden di Yaman. Foto: AFP

30 Pasukan Yaman Tewas dalam Serangan Udara di Aden

Internasional konflik yaman arab saudi uni emirat arab
Fajar Nugraha • 29 Agustus 2019 18:07
Sanaa: Serangan udara menghantam pasukan Pemerintah Yaman yang tengah menuju kota pelabuhan Aden untuk memerangi separatis yang didukung oleh Uni Emirat Arab (UEA). Serang pada Kamis itu, menewaskan sedikitnya 30 tentara.
 
Tidak segera jelas siapa yang berada di balik serangan udara itu, tetapi pihak pemerintah menyalahkan UEA. Selama ini UEA telah mempersenjatai dan melatih milisi separatis Dewan Transisi Selatan (STC) di Yaman selatan. Pejabat di UEA menolak untuk berkomentar mengenai tuduhan itu.
 
“Pasukan berada di jalan, menuju ke Aden pada Kamis, ketika serangan terjadi. Tidak tahu siapa yang melakukan serangan, hanya pesawat penyerang berasal dari koalisi yang dipimpin Saudi,” ujar komandan pasukan khusus di provinsi Abyan, Kolonel Mohamed al-Oban, seperti dikutip AFP, Kamis, 29 Agustus 2019 .

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kementerian Luar Negeri Yaman menyampaikan pernyataan melalui Twitter oleh Wakil Menteri Luar Negeri Mohammed Abdullah al-Hadrami. "Pemerintah mengutuk serangan udara Emirat pada pasukan pemerintah,” isu pernyataan itu.
 
"Kami menganggap UEA sepenuhnya bertanggung jawab atas penargetan ekstra-yudisial eksplisit ini dari pasukan pemerintah,” imbuh pernyataan itu.
 
Pertikaian telah berlangsung selama berminggu-minggu antara pasukan Pemerintah Yaman dan separatis, meskipun keduanya adalah sekutu dalam koalisi yang dipimpin Arab Saudi. Koalisi itu telah memerangi Pemberontak Houthi di Yaman yang menguasai ibu kota, Sanaa, dan sebagian besar utara negara itu sejak 2015. UEA juga merupakan bagian dari koalisi itu.
 
Pertempuran antara pasukan yang setia kepada pemerintah yang diakui secara internasional dan separatis telah menambahkan lapisan lain pada perang saudara yang kompleks di negara paling miskin di dunia Arab.
 
Serangan itu terjadi sehari setelah pasukan pemerintah mendorong ke Aden untuk mencoba dan merebut kembali kota dari separatis yang didukung UEA. Sebelumnya pada Rabu, pasukan pemerintah merebut kembali kendali Zinjibar, ibu kota Provinsi Abyan, dari separatis dan menuju Aden.
 
Menteri Informasi Moammar al-Iryani mengatakan padaRabu bahwa pasukan pemerintah juga mereklamasi bandara Aden, pusat utama untuk selatan negara itu, tetapi separatis membantah hal itu. Ada laporan lokal tentang pertempuran yang terjadi di sekitar bandara pada hari Kamis.
 
Desakan oleh pasukan pemerintah ke Aden menggarisbawahi sifat jungkat-jungkit pertempuran. Hanya beberapa minggu sebelumnya, separatis telah memperoleh banyak wilayah di Yaman selatan, mendorong pasukan pemerintah keluar dari kota dan daerah strategis.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif