Tokoh Militer Venezuela Ditangkap setelah Serangan Drone
Ilustrasi oleh Medcom
Caracas: Pihak berwenang Venezuela mengatakan mereka sudah menahan 14 orang lagi terkait dugaan upaya membunuh Presiden Nicolas Maduro.
 
Di antara mereka yang ditahan adalah seorang jenderal dan seorang kolonel dari Garda Nasional.
 
Presiden Maduro menuduh politisi oposisi negara dan tetangga Kolombia berencana membunuhnya dalam serangan pesawat tak berawak atau drone selama parade militer di ibu kota Caracas pada 4 Agustus.
 
Jaksa Agung Tarek Saab mengatakan 12 orang lainnya sejauh ini dalam tahanan. Venezuela telah mengeluarkan 27 surat perintah penangkapan atas upaya nyata menentang Maduro. Mereka yang ditahan hingga saat ini termasuk seorang anggota parlemen dan beberapa pemuda.
 
"Lebih dari 200 tahanan politik mendekam di penjara negara," seperti laporan dari BBC, Rabu 15 Agustus 2018.

Otoritas Venezuela menyebutkan tersangka lainnya masih buron, banyak yang berada di negara tetangga Kolombia dan Amerika Serikat.
 
Maduro menuduh Kolombia dan elemen di AS menghasut "klik sayap kanan" untuk membunuhnya. Pemerintah Kolombia mengatakan tidak ada dasar bagi tuduhan Maduro.
 
Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton membantah keterlibatan AS dalam insiden itu, menambahkan bahwa itu bisa jadi "dalih yang dibuat-buat oleh rezim itu sendiri".
 
Maduro berkata, dia akan mengizinkan agen FBI AS ke Venezuela guna membantu menyelidiki upaya pembunuhan yang dituduhkan kepadanya.
 
Negara ini menghadapi krisis ekonomi yang mendalam yang mendorong ratusan ribu warga Venezuela ke luar negeri. Banyak pemimpin oposisi telah meninggalkan negara itu dengan alasan ditelikung oleh pemerintah.
 
Pada Mei, Maduro memenangkan pemilihan ulang untuk masa jabatan enam tahun kedua dalam pemungutan suara yang dirusak oleh boikot oposisi dan klaim kecurangan suara.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id