Aksi membabibuta kelompok militan itu ditujukan kepada warga asing yang menginap di hotel wisata itu. Wisatawan asing dari Inggris, Jerman, Belgia dan Rusia merupakan warga asing yang tewas dalam kejadian ini.
Dalam pernyataan yang disebar oleh pendukung ISIS melalui internet, kelompok itu mengatakan bahwa serangan di Hotel Riu Imperial Marhaba di Pantai Sousse dilakukan oleh anggota Abu Yahya al-Qaryawani.
Seorang pelaku penembakan yang ditembak mati oleh polisi diketahi berasal dari Kota Kairouan. Sementara Seorang pelaku penembakan lainnya berhasil ditangkap, tetapi pelaku ketiga berhasil melarikan diri.
"Biarkan mereka menunggu serangan besar yang melukai mereka dalam beberapa waktu ke depan," sebut pernyataan itu, seperti dikutip CNN, Sabtu (27/6/2015).
Sebelumnya, ISIS juga melakukan serangan bom sebuah masjid di Kuwait. Insiden di Masjid Suleiman al-Mowahid itu menyebabkan 25 orang tewas.
Serangan di Tunisia dan Kuwait dan pemenggalan seorang warga Prancis di pabrik milik Amerika Serikat (AS), merupakan bentuk dari ISIS untuk menandai bulan suci Ramadan. Juru Bicara ISIS Abu Mohammed al-Adnani sebelumnya meminta warga Muslim untuk menyambut Ramadan dengan aksi.
"Jadikan Ramadan sebagai bulan bencana bagi kafir," tegas Adnani.
Selain menandai Ramadan, serangan ini juga dilakukan sebagai peringatan satu tahun pembentukan kekhalifahan ISIS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News