Sultan Oman Qaboos bin Said Al Said dalam sebuah acara di Muscat pada 29 November 2010. (Foto: AFP/MOHAMMED MAHJOUB)
Sultan Oman Qaboos bin Said Al Said dalam sebuah acara di Muscat pada 29 November 2010. (Foto: AFP/MOHAMMED MAHJOUB)

Sultan Oman Tutup Usia

Internasional Oman
Willy Haryono • 11 Januari 2020 10:44
Muscat: Sultan Qaboos bin Said Al Said dari Oman tutup usia. Pemimpin dengan masa kekuasaan terlama di dunia Arab tersebut meninggal di usia 79 tahun.
 
"Dengan penuh rasa duka dan kesedihan, pengadilan kerajaan berduka untuk Yang Mulia Sultan Qaboos bin Said, yang meninggal pada hari Jumat," ujar pernyataan kerajaan Oman, seperti dikutip oleh BBC, Sabtu 11 Januari 2020.
 
Bulan lalu, Sultan Qaboos bertolak pulang usai menjalani perawatan medis di Belgia. Terdapat sejumlah laporan bahwa sang sultan mengidap penyakit kanker. Sultan Qaboos tidak memiliki keturunan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tiga hari masa berkabung nasional telah dideklarasikan di Oman usai kematian Sultan Qaboos. Sang sultan menggulingkan ayahnya dalam kudeta dengan dukungan pasukan Inggris di tahun 1970.
 
Dengan menggunakan kekayaan dari sektor minyak, Sultan Qaboos membawa Oman menuju rute pertumbuhan ekonomi.
 
Menurut Statuta Dasar Kesultanan Oman, Dewan Keluarga Kerajaan -- terdiri dari sekitar 50 pria -- harus memilih seorang sultan baru dalam kurun waktu tiga hari setelah kekosongan takhta.
 
Jika Dewan Keluarga Kerajaan Oman tidak dapat mencapai kesepakatan, maka anggota dewan pertahanan dan ketua dari Mahkamah Agung, Dewan Konsultatif dan Negara Oman akan membuka sebuah amplop tertutup.
 
Dalam amplop tersebut terdapat nama tokoh penerus yang secara diam-diam telah ditulis Sultan Qaboosh.
 
Dari beberapa tokoh terdepan yang diyakini dapat menjadi pemimpin baru Oman, terdapat tiga keponakan Sultan Qaboos. Ketiganya adalah Menteri Kebudayaan Haitham bin Tariq Al Said; Wakil Perdana Menteri Assad bin Tariq Al Said; dan mantan komandan Angkatan Laut Oman, Shihab Tariq Al Said.
 
Jabatan Sultan merupakan sesuatu yang krusial di Oman. Seorang sultan berperan sebagai pembuat keputusan tertinggi, menjabat posisi PM, komandan agung angkatan bersenjata sekaligus menteri pertahanan, menteri keuangan dan juga menteri luar negeri.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif