PM Ethiopia Abiy Ahmed. (Foto: AFP)
PM Ethiopia Abiy Ahmed. (Foto: AFP)

PM Ethiopia Raih Penghargaan Nobel Perdamaian 2019

Internasional nobel
Willy Haryono • 12 Oktober 2019 16:02
Addis Ababa: Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed secara mengejutkan dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian 2019 oleh Komite Nobel Norwegia pada Jumat 11 Oktobr. PM Ahmed dinilai berperan penting dalam mencapai perdamaian dan mendorong kerja sama internasional.
 
Berusia 43 tahun, PM Ahmed adalah kepala negara termuda di benua Afrika. Ia menjadi peraih penghargaan atas perannya memediasi perdamaian antara Ethiopia dan Eritrea, setelah berakhirnya perang kedua kubu yang telah berlangsung selama hampir dua dekade.
 
Seorang mantan perwira intelijen, Ahmed menjadi penguasa di Ethiopia pada April tahun lalu. Dalam kurun waktu singkat, ia berhasil memediasi perdamaian dengan Eritrea dan juga memperkenalkan program reformasi di Ethiopia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan membebaskan ribuan aktivis oposisi yang telah mendekam di penjara selama bertahun-tahun, PM Ahmed mencitrakan dirinya sebagai sinar harapan dan kemajuan untuk Ethiopia.
 
Selama kepemimpinannya, wanita di Ethiopia menempati sejumlah posisi penting di pemerintahan. Untuk kali pertamanya dalam sejarah benua Afrika, seorang perempuan di Ethiopia dapat menjadi seorang menteri kehakiman.
 
Mengejutkan banyak pihak, maskapai nasional Ethiopia -- Ethiopian Airlines -- telah menjadi perusahaan besar yang menawarkan layanan berkualitas internasional.
 
Dikutip dari Asian Tribune, Sabtu 12 Oktober 2019, PM Ahmed dikenal sebagai pria yang lebih senang bertindak ketimbang berbicara. Juli tahun ini, ia meluncurkan 'Warisan Hijau,' sebuah rencana ambisius untuk menanam 4 miliar pohon selama satu musim panas di Ethiopia.
 
Ethiopia, negara rentan kekeringan yang sempat dilanda musibah kelaparan parah di era 1980-an, telah kehilangan banyak pepohonan karena pembalakan liar. Untuk menumbuhkan kembali pepohonan, PM Ahmed mendorong proyek 'Warisan Hijau' miliknya.
 
Dilaporkan sudah ada sekitar 350 juta pohon yang ditanam di Ethiopia di bawah pengawasan PM Ahmed.
 
Baik PM Ahmed maupun komunitas global sama-sama tidak menyangka mengenai penghargaan Nobel Perdamaian. Saat nama PM Ahmed diumumkan, banyak orang di seluruh dunia turut merayakan, dan merasa bahwa orang nomor satu di Ethiopia itu layak mendapatkannya.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif