Putina yang tinggal bersama pacar Belandanya terancam dideportasi dari Negeri Kincir Angin tersebut. Demikian seperti dilansir dari Metro, Jumat (25/7/2014).
Maria Putina mendapati dirinya menjadi sasaran kemarahan setelah pesawat Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh dengan rudal di Ukraina. Penembakan tersebut dikatakan telah direncanakan oleh ayahnya, Putin.
Putri tertua Putin yang berusia 29 tahun ini diketahui berbagi apartemen penthouse di pinggiran kota makmur Den Haag, Voorschoten dengan pacarnya, Jorrit Faassen.
Faassen menduduki jabatan tinggi di sebuah perusahaan energi milik Rusia, Gazprom dan Stroytransgaz, sebuah perusahaan pipa konstruksi.
Pieter Broertjes, wali kota Hilversum, memimpin pengusiran Putina pada hari berkabung nasional yang dihelat di Belada pada Rabu, 23 Juli, ketika tubuh pertama dari korban pesawat Malaysia Airlines dipulangkan.
"Kami juga bisa mendeportasi putri Putin dari Belanda, karena dia tinggal di Belanda. Kemudian Anda akan memiliki sinyal yang sama sekali berbeda," kata Broertjes.
Komentar Broertjes diungkapkan dalam sebuah wawancara radio, namun dia kemudian menyesalinya dalam sebuah komentar yang disampaikannya di Twitter.
"Ucapan saya untuk putri Putin dalam sebuah wawancara di radio tidak bijaksana. Ini berasal dari perasaan tak berdaya saya," ungkap Broertjes dalam akun Twitter-nya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News