Cyril Ramaphosa bersama Partai ANC memimpin dalam Pemilu Afrika Selatan. (Foto: AFP).
Cyril Ramaphosa bersama Partai ANC memimpin dalam Pemilu Afrika Selatan. (Foto: AFP).

ANC Diperkirakan Menang Pemilu Afrika Selatan

Internasional afrika selatan
Arpan Rahman • 10 Mei 2019 18:15
Pretoria: Partai ANC yang berkuasa di masa Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, berada di ambang kemenangan pemilu Jumat. Tetapi dukungan yang berkurang, mempersulit upaya menghidupkan kembali ekonomi negara yang lesu dan memerangi korupsi, hasilnya menunjukkan.
 
Kongres Nasional Afrika (ANC), berkuasa sejak 1994, mengendalikan kepemimpinan yang sangat nyaman dengan hampir 57 persen setelah tiga perempat distrik pemilihan secara resmi dihitung setelah pemungutan suara Rabu.
 
Tetapi hasilnya akan menjadi penampilan nasional terburuk partai itu sejak Nelson Mandela memimpin ANC buat meraih kemenangan dalam pemilu multi-rasial pertama setelah apartheid berakhir pada 1994.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ramaphosa, 66, mengambil alihnya tahun lalu ketika partai memaksa presiden saat itu Jacob Zuma mengundurkan diri sesudah sembilan tahun didominasi tuduhan korupsi dan masalah ekonomi.
 
Dia diperkirakan mengunjungi pusat operasi hasil Komisi Pemilihan Umum (IEC) di Pretoria pada pukul 08.00 GMT.n"Kami akan menjadi pemerintah, apakah ada penurunan atau kenaikan," kata ketua ANC Gwede Mantashe, Kamis malam.
 
Hasil yang dirilis IEC menunjukkan saingan terdekat ANC, oposisi utama Aliansi Demokratik (DA) membuntuti dengan 22 persen suara.
 
Partai EFF (Pejuang Kebebasan Ekonomi), yang didirikan enam tahun lalu oleh mantan pemimpin pemuda ANC, Julius Malema, berada di tempat ketiga dengan hampir 10 persen.
 
Hasil akhir diperkirakan disertifikasi secara resmi pada Sabtu. Proyeksi baru oleh Dewan Riset Ilmiah dan Industri yang dihormati di Afrika Selatan memperkirakan ANC menang dengan 57 persen -- penurunan lima persen poin dari pemilu terakhir pada 2014.
 
Jessie Duarte, wakil sekretaris jenderal ANC, mengatakan hasil parsial itu bukan ‘kekecewaan’ atau ‘kejutan’.
 
"Apa yang saya pikir penting untuk dikenali adalah pendalaman demokrasi kita," katanya di IEC di Pretoria.
 
Partai yang memenangkan kursi terbanyak di parlemen boleh memilih presiden, yang akan dilantik pada 25 Mei. "Ini adalah pemilihan yang benar-benar akan menawarkan ANC kesempatan terakhir untuk memulai pertumbuhan ekonomi," kata analis Daniel Silke.
 
"Tekanannya benar-benar pada Ramaphosa dalam lima tahun ke depan," tambahnya, disitir dari laman AFP, Jumat 10 Mei 2019.
 
Ramaphosa sejauh ini menghadapi perlawanan terhadap agenda reformasinya, terutama dari sekutu Zuma yang masih menduduki beberapa posisi tinggi di partai dan pemerintah.
 
Setelah memberi suara pada Rabu, Ramaphosa mengatakan pemilu itu "mengumumkan harapan baru, periode pembaruan, periode harapan".
 
Reputasi ANC sangat dinodai oleh Zuma. Dukungannya telah turun dalam setiap pemilu sejak 2004, di mana partai itu meraup 54 persen dalam pemilihan kota 2016, dibandingkan dengan 62 persen dalam pemilihan nasional 2014.
 
Ikon anti-apartheid Nelson Mandela dan ANC berkuasa dalam pemilu multi-rasial pertama negara itu yang menandai berakhirnya kekuasaan minoritas kulit putih pada 1994.
 
Kebanyakan jajak pendapat sebelum pemungutan suara menunjukkan bahwa ANC akan mengamankan hampir 60 persen suara karena kinerja Ramaphosa dan oposisi yang retak.
 
Empat puluh delapan partai bersaing di pemilu - jumlah itu rekor. Partai Freedom Front Plus yang konservatif dan didominasi kulit putih, yang didirikan pada 1994 selama negosiasi buat mengakhiri apartheid, berkinerja kuat sebagai partai terbesar keempat dalam pemungutan suara.
 
ANC sudah dihadapkan dengan mendalamnya kemarahan publik atas kegagalannya mengatasi kemiskinan dan ketidaksetaraan di era pasca-apartheid.
 
Ekonomi tumbuh hanya 0,8 persen pada 2018 dan pengangguran melonjak di sekitar 27 persen -- naik hingga lebih dari 50 persen di kalangan anak muda.
 
Oposisi utama DA berharap untuk melepaskan citranya sebagai partai kelas menengah kulit putih dengan pemimpin kulit hitam pertamanya, Mmusi Maimane, yang bertarung dalam pemilihan umum perdana sejak memegang kepemimpinan pada 2015.
 
EFF Malema diprediksi menghasilkan keuntungan besar, tumbuh dari 6,3 persen menjadi perkiraan 11 persen. Sekitar 26,8 juta orang terdaftar untuk memilih, tetapi hanya sekitar 65 persen yang memberi suara.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif