Kematian Jamal Khashoggi

Kasus Khashoggi Tak akan Ganggu Hubungan Indonesia-Arab

24 Oktober 2018 13:23 WIB
arab saudiJamal Khashoggi
Kasus Khashoggi Tak akan Ganggu Hubungan Indonesia-Arab
Pengamat Timur Tengah Abdul Muta'ali. (Foto: MI/Bary Fathahilah)
Jakarta: Kasus kejanggalan kematian jurnalis Jamal Khashoggi tersiar ke berbagai belahan dunia, Indonesia salah satunya. Meski turut memberi perhatian pada kasus tersebut, hubungan Indonesia dan Arab Saudi diyakini tidak akan terganggu.

"Saya kira tidak (memengaruhi). Tetapi justru jadi pertimbangan Raja Salman. Modernisme paham keagamaan di Arab Saudi bahkan penangkapan beberapa ulama cukup menggganggu diplomatik keagamaan," ujar Pengamat Timur Tengah Abdul Muta'ali dalam Metro Pagi Primetime, Rabu, 24 Oktober 2018.

Indonesia sebagai negara mayoritas muslim, kata Abdul, tidak hanya melihat Arab sebagai teman dekat namun juga teman spiritual dalam hal haji dan umrah.


Kasus Khashoggi dinilai perlu jadi perhatian lantaran ada upaya pengikisan pilar keagamaan monoteologis wahabi dari internal kerajaan. Bagaimana pun, menurut Abdul, kontribusi ulama dalam pelepasan Arab Saudi dari Kekaisaran Ottoman menjadi negara yang berdiri sendiri mendapatkan kontribusi koalisi dari para ulama.

"Ini mungkin salah satu pertimbangan yang harus diperhatikan Raja salman. Yang mesti dilakukan oleh Raja Salman adalah mengomunikasikan ini dengan para ulama," ungkapnya.

Abdul mengatakan sampai saat ini belum ada pertemuan khusus antara Kerajaan Arab Saudi dengan para ulama terkait pengikisan monoteologis wahabi yang menjadi pilar negara saat ini. Padahal pilar ini merupakan sejarah yang tidak boleh diganggu.

Bahkan penangkapan sejumlah ulama dan ratusan pangeran dalam beberapa waktu terakhir dunilai hanya akan memproduksi sel-sel oposisi negatif. Mengganti putra mahkota mungkin bukan solusi, namun yang perlu dilakukan Arab Saudi saat ini hanya membangun proposal baru koalisi antara kerajaan dan ulama.

"Saya kira itu poinnya. Karena kalau tidak dihentikan bukan hanya (mengancam) keberlangsungan Salman bin Abdulaziz tapi Kerajaan Arab Saudi selanjutnya," pungkasnya.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id