Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania Hasyimiah dan Negara Palestina, Andy Rachmianto. (Foto: Desi Angriani).
Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania Hasyimiah dan Negara Palestina, Andy Rachmianto. (Foto: Desi Angriani).

Indonesia Beri Pelatihan Manajemen Ekonomi Makro untuk Palestina

Internasional indonesia-palestina
Desi Angriani • 27 Maret 2019 06:30
Amman: Pemerintah Indonesia kembali memberikan pelatihan di bidang tata pemerintahan yang baik (good governance) bagi Palestina. Pelatihan kali ini mengangkat tema manajemen makroekonomi dan kebijakan fiskal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
 
Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania Hasyimiah dan Negara Palestina, Andy Rachmianto menuturkan melalui pelatihan ini, Indonesia ingin membantu meningkatkan kapasitas pejabat pemerintah Palestina dalam mencapai tata pemerintahan yang baik, efektif, efisien, berbasis kebijakan, transparan, dan akuntabel.
 
"Workshop ini membuktikan sekali lagi komitmen Indonesia yang tak tergoyahkan terhadap perjuangan Palestina," ujarnya dalam sebuah sambutan di Amman, Yordania, Selasa 26 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut pelatihan ini juga merupakan kontribusi dari Pemerintah Indonesia untuk mempromosikan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, khususnya Tujuan 16 tentang “Instansi Pemerintah yang Kuat” dan Tujuan 17 tentang “Kemitraan”.
 
"Saya berharap kita dapat bekerja bersama, bergandengan tangan, untuk mencapai tujuan-tujuan ini, terutama untuk membantu saudara-saudari kita dari Palestina untuk mencapai Kemerdekaan mereka yang telah lama tertunda," ungkap dia.
 
Selain memberikan pelatihan tata kelola di bidang ekonomi dan fiskal, Indonesia juga menggelar lokakarya internasional tentang pengadaan pemerintah untuk Palestina dan Yordania. Pelatihan tersebut mengangkat tema ‘Berbagi Pengalaman Indonesia untuk Mencapai Lembaga Pemerintah yang Bertanggung Jawab’.
 
Menurut Direktur Timur Tengah Sunarko, kedua lokakarya ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam keanggotaan tidak tetap Dewan Keamanan PBB, maupun sebagai bagian dari komitmen Indonesia untuk mendukung Palestina.
 
Hal ini pun berada di bawah kerangka “Rencana Kegiatan Tiga Tahun” yang disepakati selama Konferensi Ketiga Negara-Negara Asia Timur untuk Pembangunan Palestina (CEAPAD), diadakan di Bangkok, Thailand, pada Juni 2018 lalu.
 
"Dan hari ini, kami terus menunjukkan dukungan kami kepada Palestina, melalui pertemuan dua lokakarya ini," tambah dia.
 
Adapun workshop tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Badan Kebijakan Pengadaan Pemerintah Republik Indonesia, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia.
 
Kedua lokakarya ini digelar di Amman, Yordania dan diikuti oleh lebih dari 100 anggota dari pejabat/staf kementerian dan lembaga pemerintahan di Palestina dan Yordania.
 
Tenaga ahli untuk mengisi materi kedua pelatihan ini berasal dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan dari Kementerian Keuangan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif