Menteri Penerangan Negara Bagian Equatoria Barat, Charles Kisanga belum menyebutkan berapa banyak jumlah korban yang tewas. Namun bentrokan ini langsung membuat warga kota tersebut panik.
"Bentrokan itu menimbulkan kepanikan di kalangan warga kota tersebut," kata Kisanga seperti yang dilansir oleh Antara, Ahad (2/8/2015).
Bentrokan itu memaksa sebagian besar warga menyelamatkan diri ke pangkalan misi PBB yang berada tak jauh dari Yambio.
Sudan Selatan terperosok ke dalam kerusuhan pada Desember 2013, ketika pertempuran meletus antara tentara loyalis Presiden Salva Kiir dan kelompok yang dipimpin oleh mantan wakil Presiden Riek Machar.
Konflik tersebut segera berubah menjadi perang dan kerusuhan. Kerusuhan pun berubah menjadi bentrokan antarsuku. Konfik ini terjadi antara Suku Dinka (suku asli Kiir) dan Suku Nuer (suku asli Machar).
Bentrokan itu telah menewaskan ribuan warga Sudan Selatan dan memaksa sebanyak 1,9 juta orang lainnya meninggalkan rumah mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News