Pesawat tempur tornado Arab Saudi terbang di Teluk Persia. Foto: AFP
Pesawat tempur tornado Arab Saudi terbang di Teluk Persia. Foto: AFP

Jet Tempur Arab Saudi Jatuh di Yaman

Internasional konflik yaman
Whisnu Mardiansyah • 16 Februari 2020 04:01
Riyadh:Koalisi pimpinan Arab Saudi-Uni Emirat Arab mengonfirmasi salah satu jet tempurnya jatuh di Yaman. Jet tempur dalam misi mendukung pasukan Pemerintah Yaman memerangi kelompok pemberontak Houthi.
 
Dilansir dari Aljazeera, pesawat tornado Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi jatuh di Provinsi Al-Jawf Yaman bagian utara. Informasi jatuhnya pesawat disampaikan langsung Biro Pers Pemerintah Arab Saudi, Sabtu, 15 Februari 2020.
 
Juru bicara kelompok pemberontak Houthi Yahya Saria mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat tempur tersebut. Pesawat jatuh setelah ditembak dengan rudal canggih dari darat ke udara. Seperti yang disiarkan dalam saluran televisi HouthiAl Masirah TV, jumat, 14 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Marwan Bishara, analis politik senior Al Jazeera mengatakan jika benar pesawat ditembak jatuh kelompok Houthi, konflik di Yaman akan semakin berkepanjangan. Kelompok Houthi semakin diperhitungkan mampu menembak jatuh pesawat tempur Saudi.
 
"Jika mereka memiliki kemampuan baterai misil atau kapasitas darat-ke-udara terhadap angkatan udara Saudi, itu sebenarnya akan menjadi pengubah permainan," katanya.
 
Secara terpisah pada hari Sabtu, Al Masirah TV mengutip pejabat kesehatan Houthi yang mengatakan bahwa setidaknya 30 warga sipil tewas dalam serangan udara koalisi Arab Saudi. Serangan berada di lokasi jatuhnya pesawat.
 
Mohammed al-Attab dari Al Jazeera, melaporkan dari ibukota yang dikuasai Houthi, Sanaa, mengatakan jet tempur Saudi mengintensifkan serangan udara mereka di daerah itu.
 
Youssef al-Hadiri, juru bicara Kementerian Kesehatan Houthi, menuduh koalisi yang dipimpin Arab Saudi-Uni emirat Arab menghambat operasi penyelamatan di distrik al-Jawf di al-Masloub.
"mereka (koalisi) terus melakukan serangan udara di sana," kata al-Hadiri.

 
(WHS)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif