Foto lokasi bom bunuh diri di Kota Manbij, Suriah yang diambil dari stasiun televisi ANHA. (Foto: AFP).
Foto lokasi bom bunuh diri di Kota Manbij, Suriah yang diambil dari stasiun televisi ANHA. (Foto: AFP).

Bom Tewaskan Prajurit AS, Bukti ISIS Masih Berbahaya

Internasional isis konflik suriah
Arpan Rahman • 17 Januari 2019 14:00
Damaskus: Bom bunuh diri menewaskan empat prajurit Amerika Serikat di Manbij, Suriah timur laut. Aksi ini diklaim oleh militan Islamic State (ISIS).
 
Pengeboman, yang terjadi hanya beberapa hari setelah truk tempur AS pertama meninggalkan negara itu, menggarisbawahi bahaya rentan ISIS di Suriah timur laut.
 
Baca juga: ISIS Bom Suriah Utara, Empat Pasukan AS Tewas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Insiden ini memberi amunisi baru kepada para kritikus atas keputusan Trump. Kalangan kritikus berpendapat bahwa penarikan itu terlalu dini dan akhirnya dapat menghidupkan kembali ISIS, di wilayah sempit yang masih dikontrolnya dekat perbatasan Irak-Suriah.
 
Aksi bom ISIS terbaru hanya beberapa pekan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kelompok teroris itu telah dikalahkan dan mengumumkan ia menarik pasukan Amerika.
 
Dalam pidatonya di Kementerian Luar Negeri, Rabu 16 Januari, Wakil Presiden AS Mike Pence mengulangi klaim kemenangan presiden di Suriah. "Kekhalifahan hancur dan ISIS telah dikalahkan," kata Pence, yang tidak menyebut-nyebut tentang serangan Manbij.
 
Namun di Senat, Lindsey Graham -- pendukung kuat presiden soal sebagian besar masalah lain -- menyatakan bahwa keputusan Trump menarik diri malah menguatkan ISIS, dan membandingkan langkah itu dengan penarikan Barack Obama dari Irak -- keputusan yang dikritik Trump dengan getir.
 
Manbij menjadi titik paling barat kehadiran AS di Suriah timur laut. Ini akan menjadi salah satu kota pertama yang diserahkan kepada pasukan Turki sebagai bagian dari kesepakatan antara Trump dan Recep Tayyip Erdogan untuk mengizinkan Ankara mengirim pasukannya guna memerangi Kurdi. Padahal Kurdi menjadi mitra AS selama pertarungan lawan ISIS.
 
Sejak pengumuman Trump yang mengejutkan Desember, perseteruan diplomatik bergolak antara Washington dan Ankara mengenai kapan waktu penarikan dan apakah Kurdi proksi AS akan menjadi target Turki atau tidak.
 
Sekitar 2.000 tentara AS telah membimbing dan melatih unit-unit pertempuran Kurdi demi memerangi ISIS. Misi itu berhasil mendesak kelompok militan mundur ke pinggiran timur bekas wilayahnya di Suriah. Sementara pasukan Irak, yang didukung AS, mendorong kelompok itu ke tepi barat Irak.
 
Tetapi di dalam perbatasan Irak, dan semakin banyak di Suriah, sisa-sisa ISIS mampu mengatur dan melakukan serangan tidak teratur. Para pejabat intelijen regional percaya organisasi itu kembali ke taktik perang gerilya di Irak.
 
Pengebom ISIS menyerang, pada Rabu 16 Januari, ke restoran di kota Manbij, tempat pasukan AS secara teratur berkumpul. Sebanyak 16 orang tewas dalam serangan, paling mematikan yang menargetkan pasukan Amerika selama empat tahun kehadiran mereka di Suriah.
 
Dinukil dari laman Guardian, Rabu 16 Januari 2019, Pusat Komando AS membenarkan bahwa dua tentara AS, seorang pejabat sipil departemen pertahanan, dan seorang kontraktor departemen pertahanan tewas. Sebuah pernyataan CentCom mengatakan tiga tentara terluka.
 
Tayangan foto di situs berita lokal Kurdi menunjukkan dua mayat yang tidak utuh beberapa jasad lain tergeletak di tanah, sementara orang-orang berkumpul di sekitar mereka. Sebuah bangunan rusak dan kendaraan serta noda darah di dinding.
 
ISIS cepat mengklaim serangan itu melalui media sayap propagandanya, Ammaq. Meskipun telah diusir dari Manbij sebagai kekuatan terorganisir dalam empat tahun terakhir, kelompok ini telah mempertahankan sel-sel tidur, yang meluncurkan serangan sesekali terhadap pejabat lokal dan pejuang oposisi.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi