Ratusan penumpang telantar di Bandara Internasional Jomo Kenyatta di Nairobi, Kenya, 6 Maret 2019. (Foto: AFP/YASUYOSHI CHIBA)
Ratusan penumpang telantar di Bandara Internasional Jomo Kenyatta di Nairobi, Kenya, 6 Maret 2019. (Foto: AFP/YASUYOSHI CHIBA)

Ratusan Penumpang Telantar di Bandara Nairobi Kenya

Internasional kenya
Willy Haryono • 06 Maret 2019 15:02
Nairobi: Ratusan penumpang pesawat telantar di bandara internasional di Nairobi akibat adanya aksi unjuk rasa pekerja, Rabu 6 Maret 2019. Semua penerbangan dari dan menuju bandara di ibu kota Kenya itu dihentikan.
 
Karena operasional bandara dihentikan sejak Selasa malam, para penumpang diimbau untuk tidak datang ke Bandara Internasional Jomo Kenyatta pada Rabu pagi hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Bandara tersebut adalah yang tersibuk di Afrika Timur.
 
"Kenya Airways dengan berat hati menginformasikan kepada semua penumpang dan masyarakat bahwa dikarenakan adanya unjuk rasa ilegal dari Serikat Pekerja Penerbangan Kenya (KUWA), maka operasional maskapai kami terganggu," ucap pernyataan resmi maskapai, seperti dikutip dari laman AFP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di dalam bandara, para pengunjuk rasa berhadapan dengan polisi antihuru-hara yang menembakkan gas air mata. Beberapa demonstran ditangkap karena dinilai sebagai provokator penyulut aksi.
 
Para penumpang yang sudah menunggu lama, bahkan hingga berjam-jam, diminta meninggalkan bandara. Mereka diminta pulang atau menunggu di area parkir atau ruang tunggu di luar bandara.
 
"Saya sudah di sini sejak pukul 03.00, dan tidak ada penerbangan, tidak ada informasi apapun. Kami hanya diminta menunggu komunikasi lebih lanjut," ucap seorang penumpang, Mercy Mwai.
 
Penumpang lainnya, Christine, sempat mempertanyakan mengapa "polisi sampai menggunakan gas air mata" di dalam bandara. Sejumlah penumpang dilaporkan mendapat perawatan medis akibat menghirup gas air mata.
 
Serikat pekerja KUWA, yang tidak mengumumkan aksi mereka sebelumnya, mengaku marah atas rencana pengambilalihan operasional bandara. Bandara itu akan diambil alih oleh maskapai Kenya Airways, yang selama ini dioperasikan perusahaan nasional KAA.
 
Namun Menteri Transportasi James Macharia meminta para pekerja sektor penerbangan untuk tidak khawatir atas pengambilalihan ini.
 
"Mereka khawatir merger dua perusahaan ini akan berujung pada hilangnya sejumlah pekerjaan. Tapi kami memastikan itu tidak akan terjadi," tutur Macharia.
 
"Jadi, unjuk rasa ini sebenarnya tidak perlu terjadi," sambung dia.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif