Arab Saudi Sita 12 Ribu Alat Pembajakan Transmisi
Pemandangan umum kota Riyadh, Arab Saudi. (Foto: AFP / Patrick Baz)
Riyadh: Arab Saudi menyita lebih dari 12 ribu alat pembajakan, usai media beIN asal Qatar menuduh beberapa stasiun televisi di Riyadh 'membajak' tayangan Piala Dunia 2018.

"Jumlah alat yang disita adalah 12 ribu dalam beberapa bulan terakhir, meski angka sesungguhnya lebih tinggi menurut pendapat saya," ujar Saud al-Qahtani, seorang penasihat dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman, kepada kantor berita AFP, Jumat 22 Juni 2018.

"Kami menghormati perlindungan hak intelektual dan tunduk kepada konvensi internasional terkait terkait hal ini," tambah dia.


Pernyataan Qahtani muncul saat beIN -- yang memiliki hak siar eksklusif tayangan Piala Dunia 2018 untuk wilayah Timur Tengah -- menduga telah menjadi korban pembajakan yang berbasis di Arab Saudi.

BeIN mengatakan sejak Oktober tahun lalu, jaringan media "beoutQ" di Arab Saudi telah secara ilegal menayangkan kembali tayangan mereka secara ilegal dengan via satelit Arabsat.

Menurut beIN, transmisi ilegal dari beoutQ telah muncul di Maroko, Yordania dan Suriah, dan bahkan diprediksi dapat mencapai Asia hingga Asia selatan.

BeIN meminta FIFA mengambil langkah hukum terhadap aksi pembajakan tersebut. Namun Qahtani membantah tuduhan Qatar, dan berkukuh kerajaan berkomitmen memerangi pembajakan.

Klaim pembajakan muncul di tengah kisruh diplomatik Arab Saudi dengan Qatar sejak 2017. Arab Saudi dan sekutunya menuduh Qatar mendukung terorisme dan bersikap terlalu bersahabat dengan Iran.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id