Palestina tidak berkenan dengan proposal damai dengan Israel yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS). (Foto: AFP).
Palestina tidak berkenan dengan proposal damai dengan Israel yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS). (Foto: AFP).

Israel Hadiri Konferensi Ekonomi Timur Tengah yang Diusung AS

Internasional palestina israel
Fajar Nugraha • 17 Juni 2019 19:35
Tel Aviv: Israel akan menghadiri konferensi akan membahas upaya damai Palestina-Israel yang diprakarasi oleh Amerika Serikat (AS). Konferensi ini akan membahas aspek ekonomi sebagai salah satu upaya pemecahan konflk.
 
Konferensi ini akan dilaksanakan di Bahrain. Seminar mengenai isu ekonomi akan mewarnai pertemuan itu.
 
“Akan ada wakil Israel hadir dalam pertemuan ekonomi di Bahrain. Kami akan bisa memutuskannya nanti,” ujar Menteri Luar Negeri Israel, Yisrael Katz, seperti dikutip AFP, Senin, 17 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Israel memiliki kemampuan untuk berkontribusi pada pengembangan kawasan dengan teknologi, inovasi dan cara-cara lain," tambahnya.
 
Diminta oleh AFP untuk menjelaskan, seorang pejabat kementerian luar negeri tidak mengatakan apakah Israel akan diwakili oleh pejabat pemerintah atau pelaku bisnis.
 
Pertemuan 25 dan 26 Juni akan melihat pembukaan aspek ekonomi dari inisiatif AS yang dipelopori oleh menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner.
 
Idenya adalah untuk merayu Palestina dengan manfaat ekonomi jika mereka menerima proposal politik Amerika Serikat, yang sampai saat ini belum dijelaskan. Detail dari proposal itu rencananya baru akan diumumkan pada November.
 
Orang-orang Palestina telah menolak rencana itu, yang mereka yakini tidak sesuai dengan Israel, dan mereka memboikot pertemuan di Bahrain.
 
Gedung Putih mengatakan pekan lalu bahwa Mesir, Maroko dan Yordania telah setuju untuk hadir, tetapi tidak satu pun dari tiga negara yang memberikan konfirmasi partisipasi mereka. PBB mengumumkan akan mengirim wakil koordinator Timur Tengahnya ke acara tersebut.
 
Hubungan memburuk antara Washington dan Palestina setelah pemerintahan Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada akhir 2017.
 
Trump berusaha untuk mewujudkan perjanjian damai antara Israel dan Palestina. Ini menjadi tugas di mana semua pendahulu Trump telah mencoba sebelumnya, namun menemui gagal.
 
Tetapi Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memperingatkan rencana itu mungkin dianggap tidak bisa dilaksanakan. "Mungkin ditolak. Bisa jadi pada akhirnya, orang-orang akan berkata, 'Ini tidak terlalu orisinal, tidak terlalu cocok untuk saya'," The Washington Post melaporkan, mengutip rekaman suara Pompeo.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif