Ilustrasi kapal komersial. dok MI
Ilustrasi kapal komersial. dok MI

AS Blokade Pelabuhan Iran, 103 Kapal Komersial Dialihkan

Adri Prima • 16 September 2026 22:09
Ringkasnya gini..
  • AS telah mengubah haluan 103 kapal komersial hingga 15 September 2026 di tengah blokade terhadap Iran.
  • Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz setelah ketegangan dengan AS kembali meningkat pada Juli 2026.
  • Lalu lintas kapal di Selat Hormuz turun tajam, dengan hanya empat kapal komoditas tercatat melintas pada 15 September.
Jakarta: Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat (AS) melanjutkan blokade laut terhadap lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut hingga 15 September 2026, pasukan AS telah mengubah haluan sebanyak 103 kapal komersial untuk memastikan kepatuhan terhadap blokade tersebut.

"Per 15 September, pasukan AS telah mengubah haluan 103 kapal komersial guna memastikan kepatuhan," tulis pernyataan resmi CENTCOM melalui platform X.

CENTCOM sebelumnya menyatakan blokade tersebut diberlakukan terhadap kapal yang melakukan perjalanan menuju atau dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. Sementara itu, kapal yang melintas di perairan regional dan tidak melanggar ketentuan blokade tetap dapat melanjutkan pelayaran.
 

Kronologi Eskalasi AS-Iran


Ketegangan terbaru merupakan bagian dari konflik AS-Iran yang kembali meningkat setelah kesepakatan gencatan senjata pada 18 Juni 2026.

Pada 8 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlaku. Setelah itu, konflik kembali berlanjut dengan serangkaian aksi militer antara kedua pihak. Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Teheran juga menuding Washington melanggar kesepakatan gencatan senjata secara sepihak.

Pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga campur tangan militer AS di kawasan tersebut berakhir. Sehari kemudian, Trump menyatakan AS akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz.

Pada saat yang sama, CENTCOM mengumumkan akan melanjutkan blokade terhadap lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran mulai 14 Juli.
 

Ketegangan di Selat Hormuz


Selat Hormuz menjadi salah satu titik penting dalam eskalasi konflik karena merupakan jalur utama bagi perdagangan energi global. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut berdampak pada aktivitas pengiriman minyak dan gas.

Data pelacakan kapal yang dilaporkan Reuters menunjukkan lalu lintas di Selat Hormuz pada pertengahan September turun tajam. Pada 15 September, hanya empat kapal komoditas yang tercatat melintas, jauh di bawah rata-rata 10 hari sebelumnya.

Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya risiko keamanan di kawasan. Sejumlah kapal juga dilaporkan menghindari jalur tersebut, sementara sebagian kapal berpotensi tidak terdeteksi karena mematikan sistem pelacakan otomatisnya.

Situasi di sekitar Selat Hormuz masih menjadi perhatian karena jalur tersebut memiliki peran penting bagi distribusi energi dan perdagangan internasional.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan