Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

616 Warga Asing Dihukum Irak Terkait ISIS

Internasional irak isis
Fajar Nugraha • 01 Januari 2019 09:07
Baghdad: Pemerintah Irak menghukum 616 warga asing,-termasuk perempuan dan puluhan anak di bawah umur,- pada tahun 2018 karena menjadi anggota kelompok militan Islamic State (ISIS).
 
Irak menyatakan ‘kemenangan’ atas ISIS pada akhir 2017 setelah perang tiga tahun melawan kelompok militan itu. ISIS pernah menguasai hampir sepertiga negara itu serta sejumlah negara tetangga Suriah.
 
Sekitar 20.000 orang yang dicurigai memiliki hubungan dengan IS telah ditangkap sejak 2014. Juru bicara pengadilan Abdel Sattar Bayraqdar menegaskan jumlah ini pada Senin 31 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"616 pria dan wanita yang dituduh memiliki ISIS telah diadili sepanjang tahun 2018 dan dihukum di bawah undang-undang anti-terorisme Irak,” ujar Bayraqdar, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Selasa 1 Januari 2019.
 
“Mereka terdiri dari 466 wanita, 42 pria dan 108 anak di bawah umur,” katanya.
 
Tetapi Bayraqdar tidak menjelaskan hukumannya. Berdasarkan undang-undang anti-terorisme Irak, pengadilan dapat mengeluarkan vonis, termasuk hukuman mati, terhadap siapa pun yang dinyatakan bersalah menjadi anggota kelompok teroris.
 
Pada April, sumber pengadilan mengatakan bahwa lebih dari 300 tersangka yang terkait dengan ISIS telah dihukum mati dan lebih dari 300 lainnya dijatuhi hukuman seumur hidup, yang di Irak setara dengan 20 tahun.
 
Sebagian besar wanita yang dihukum karena hubungan ISIS berasal dari Turki dan negara-negara bekas pecahan Uni Soviet. Tiga warga negara Prancis,-dua wanita dan seorang pria,- telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup sementara seorang wanita Jerman, seorang pria Belgia dan seorang pria Rusia telah dijatuhi hukuman mati.
 
Banyak wanita telah melakukan perjalanan ke Irak dengan anak-anak mereka untuk bergabung dengan suami mereka yang bertempur di jajaran ISIS. Beberapa masih menunggu untuk dipulangkan ke negara asal mereka.
 
Pada Minggu, 30 anak-anak Rusia yang ibunya di penjara di Irak karena memiliki hubungan dengan ISIS diterbangkan dari Baghdad ke Moskow sebagai bagian dari program repatriasi yang diperjuangkan oleh orang kuat Chechnya Ramzan Kadyrov.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif