medcom.id, Havana: Mantan pemimpin Kuba Fidel Castro merilis surat terbuka kepada negara, tetapi tidak menyebut pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kuba.
Castro justru mengkritik kebijakan politik luar negeri dan ekonomi yang dilakukan AS sejak Perang Dunia II. Dia menuduh AS memiliki utang miliaran dolar.
Surat itu dipublikasikan oleh Castro pada peringatan ulang tahunnya yang ke-89. Padahal, Menlu AS John Kerry akan hadir dalam pembukaan Kedubes AS di Havana Jumat (14/8/2015).
"AS berutang uang kepada Kuba karena embargo perdagangan yang diterapkan sejak 1960," sebut Castro dalam suratnya, seperti dikutip BBC, Jumat (14/8/2015).
Embargo yang dilakukan oleh AS itu, bagi Kuba sangat berpengaruh besar. Pihak Kuba menilai embargo telah merusak perekonomiannya.
Menurut Kuba, hubungan antara kedua negara baru akan benar-benar pulih jika embargo itu dicabut.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan