Kemenangannya ini menjadikannya sebagai perempuan pertama dari Generasi Z alias Gen Z yang terpilih menjadi anggota Kongres AS sekaligus perempuan kulit hitam pertama yang mewakili Colorado di House of Representatives, Dewan Perwakilan Rakyat versi Amerika Serikat.
Kiros menjadi perhatian karena ia berhasil mengamankan kursi Colorado’s 1st Congressional District setelah mengalahkan politikus senior Partai Demokrat, Diana DeGette, dalam pemilihan pendahuluan (primary election).
Keberhasilannya juga menandai masuknya generasi muda dengan latar belakang dan pandangan politik berbeda ke dalam lembaga legislatif federal Amerika Serikat.
Dikutip dari NPR dan CBS News, kemenangan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi bagi Kiros, tetapi juga bagian dari perkembangan keterlibatan generasi muda dalam politik nasional Amerika Serikat.
Perempuan Gen Z Keturunan Ethiopia

Melat Kiros merupakan politikus muda Partai Demokrat yang lahir di Addis Ababa, Ethiopia pada 1997 dan baru berusia 29 tahun. Ia pindah ke Amerika Serikat bersama keluarganya ketika masih berusia sekitar 11 bulan di dibesarkan di Denver, Colorado.
Latar belakang keluarganya sebagai imigran menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan hidup Kiros. Ia tumbuh di lingkungan Denver dan menempuh pendidikan tinggi dengan fokus ilmu politik dan ekonomi.
Kiros menyelesaikan pendidikan sarjana di Washington College Maryland pada 2018 lalu melanjutkan pendidikan hukum di University of Notre Dame dan memperoleh gelar hukum pada 2022.
Sebelum terjun ke dunia politik, Kiros sempat bekerja sebagai pengacara di sebuah firma hukum besar di New York yang kemudian memberhentikannya pada 2023 karena keberpihakannya pada rakyat Palestina.
Keputusan tersebut berkaitan dengan keteguhannya dalam menolak menarik surat terbuka mengenai pernyataan sejumlah firma hukum terkait penanganan anti semitisme di lingkungan kampus. Dalam surat tersebut, Kiros mengkritik kecenderungan menjadikan anti semitisme sebagai tameng dalam kritik terhadap kebijakan dan legitimasi negara Israel.
Setelah kembali ke Colorado, ia mulai terlibat aktif dalam kegiatan politik dengan bergabung ke dalam tim kampanye John Padora pada 2024 sebagai direktur komunikasi. Pengalaman ini jadi salah satu langkah awal yang membawanya mencalonkan diri sebagai anggota kongres.
Kalahkan Petahana yang Menjabat Hampir 30 Tahun
Salah satu momen penting dalam perjalanan politik Melat Kiros terjadi pada pemilihan pendahuluan Partai Demokrat (Democratic Primary) di Colorado pada 30 Juni 2026. Dalam pemilihan tersebut, ia berhasil mengalahkan Diana DeGette, anggota Kongres petahana yang telah menjabat selama hampir tiga dekade.
Diana DeGette pertama kali terpilih mewakili Colorado's 1st Congressional District pada 1996. Selama masa jabatannya, ia dikenal sebagai salah satu politikus senior Partai Demokrat yang mewakili wilayah Denver.
Ia menggambarkan pencalonannya sebagai bagian dari upaya mendorong perubahan generasi dalam kepemimpinan Partai Demokrat. Kemenangan tersebut membuat Kiros memperoleh nominasi Partai Demokrat untuk maju dalam pemilihan umum November 2026.
Menang dalam Pemilu Colorado’s 1st Congressional District

Setelah memenangkan pemilihan pendahuluan, Kiros melanjutkan persaingan dalam pemilihan umum pada 3 November 2026. Ia berhadapan dengan sejumlah kandidat dari partai dan jalur independen, termasuk Christy Peterson dari Partai Republik dan Shimon Blau sebagai kandidat independen.
Berdasarkan hasil yang dilaporkan Associated Press dan diberitakan Denver Gazette, Kiros memperoleh sekitar 78% suara. Sementara itu, Christy Peterson mendapatkan 14% dan Shimon Blau memperoleh 6% suara.
Hasil tersebut mengantarkan Kiros menjadi wakil terpilih Colorado's 1st Congressional District di House of Representatives. Wilayah pemilihan ini mencakup sebagian besar Kota Denver dan dikenal sebagai salah satu distrik yang kuat mendukung Partai Demokrat.
Dalam wawancaranya dengan Denver7 setelah hasil pemilihan diproyeksikan menunjukkan kemenangannya, Kiros menyampaikan bahwa kemenangan tersebut terasa seperti momen bersejarah. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada masyarakat Denver yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
Kemenangan ini sekaligus menjadikannya perempuan kulit hitam pertama yang mewakili Colorado di Kongres AS. Selain itu, ia menjadi politikus pertama yang mengidentifikasi dirinya sebagai sosialis yang terpilih menjadi anggota Kongres dari Colorado.
Mengusung Isu Keterjangkauan Hidup dan Kesejahteraan Masyarakat
Salah satu hal yang menonjol dari kampanye Melat Kiros adalah fokusnya terhadap persoalan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ia mengangkat berbagai isu yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, terutama biaya hidup yang semakin membebani masyarakat pekerja dan generasi muda.
Kiros mengusung sejumlah agenda kebijakan yang berorientasi pada perluasan layanan publik dan perlindungan sosial. Berikut beberapa isu yang menjadi bagian dari platform politiknya.
Medicare for All, gagasan sistem layanan kesehatan universal yang dibiayai melalui pemerintah federal; Universal Childcare, layanan pengasuhan anak yang terjangkau; Universal Eldercare, perluasan layanan perawatan lansia menjadi sorotan dalam kampanyenya.
Tak hanya itu, Kiros menggagas Perlindungan Program Bantuan Sosial, untuk mendorok pembatalan pemangkasan anggaran Medicaid dan Supplemental Nutrition Assistance Program (SNAP) yang termasuk dalam kebijakan anggaran pemerintahan Donald Trump;
Medicaid merupakan program bantuan layanan kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok tertentu, sedangkan SNAP menyediakan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Serta penghapusan ICE (Immigration and Customs Enforcement) lembaga federal yang bertugas menegakkan hukum imigrasi dan kepabeanan di Amerika Serikat. Pandangan ini menjadi salah satu bagian dari agenda politiknya mengenai kebijakan imigrasi.
Berbagai agenda tersebut memperlihatkan fokus Kiros pada perluasan jaring pengaman sosial, keterjangkauan kebutuhan dasar, dan perubahan kebijakan pemerintahan.
Sikap Terhadap Genosida Palestina Jadi Sorotan
Selain isu ekonomi dan kesejahteraan, pandangan Melat Kiros mengenai genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina juga menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan selama kampanye politiknya.
Kiros dikenal sebagai pengkritik keras tindakan militer Israel di Palestina. Ia menyebut tindakan Israel sebagai genosida dan mendorong penghentian bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel.
Sikap tersebut menjadi bagian penting dari kampanyenya dan menarik perhatian kelompok masyarakat yang mendukung perjuangan Palestina. Namun, pandangannya juga memunculkan kontroversi, terutama dari kandidat independen Shimon Blau yang mengkritik pernyataan Kiros dan mempertanyakan sikapnya terhadap antisemitisme.
Menanggapi kritik tersebut, Kiros membedakan kritik terhadap pemerintah dan kebijakan negara Israel dari kebencian terhadap masyarakat Yahudi. Ia menyatakan bahwa kritik politik terhadap suatu negara tidak seharusnya secara otomatis dianggap sebagai tindakan antisemitisme.
Isu ini memperlihatkan bahwa kampanye Kiros tidak hanya berkaitan dengan persoalan domestik Amerika Serikat, tetapi juga mencakup kebijakan luar negeri dan posisi negaranya dalam konflik internasional.
Perempuan Gen Z Pertama di Kongres AS
Kemenangan Melat Kiros juga menjadi bagian dari perkembangan keterwakilan Generasi Z dalam politik Amerika Serikat. Generasi Z umumnya merujuk pada kelompok yang lahir antara 1997 hingga 2012.
Namun, tidak semua anggota generasi tersebut memenuhi persyaratan usia untuk menduduki jabatan di Kongres. Dalam konstitusi Amerika Serikat, seseorang harus berusia minimal 25 tahun untuk menjadi anggota House of Representatives dan minimal 30 tahun untuk menjadi anggota Senate.
Sebelum Kiros, Maxwell Frost dari Florida telah lebih dahulu mencatat sejarah sebagai anggota Generasi Z pertama yang terpilih menjadi anggota House of Representatives pada 2022.
Frost yang merupakan anggota Partai Demokrat berhasil memenangkan kursi untuk mewakili Florida's 10th Congressional District.
Dengan kemenangannya pada November 2026, Kiros menjadi perempuan pertama dari Generasi Z yang terpilih menjadi anggota Kongres AS. Ia juga bergabung dengan Frost sebagai salah satu representasi generasi muda dalam lembaga legislatif federal tersebut.
Menurut laporan CBS News, Kiros menganggap usia mudanya sebagai salah satu keunggulan dalam menjalankan tugas politik. Ia menilai bahwa dirinya tidak terlalu terikat dengan tradisi dan kebiasaan politik dari generasi sebelumnya.
Meski demikian, Kiros juga mengakui masih perlu mempelajari banyak hal sebelum dapat menjalankan tugasnya secara efektif di Kongres. Ia menyebut bahwa pengalaman dan pengetahuan mengenai sistem legislatif membutuhkan proses untuk terus dikembangkan.
Melat Kiros akan dilantik secara resmi sebagai anggota House of Representative pada 3 Januari 2027. Pandangan politiknya yang progresif menjadi awal perubahan terhadap kebijakan pemerintahan Amerika Serikat yang selama ini dikuasai Trump dan kelompok Republik.
Kemenangan Kiros menjadi salah satu perkembangan penting dalam politik Amerika Serikat pada 2026. Kehadirannya turut memperlihatkan semakin terbukanya ruang bagi generasi muda untuk bersuara dan berpartisipasi dalam proses politik dan mewakili kepentingan masyarakat dengan tepat sesuai mandat yang diberikan.
“Janji saja tak cukup untuk merubah, kami harus memberikan sesuatu yang benar-benar bermakna dan nyata kepada rakyat Amerika,” tegasnya.
(Vira Farhatul Maula)