Pemimpin agung Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: AFP)
Pemimpin agung Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: AFP)

Pengakuan Iran atas Pesawat Ukraina Perintah Ayatollah

Internasional ukraina kecelakaan pesawat as-iran
Willy Haryono • 11 Januari 2020 17:19
Teheran: Militer Iran mengaku tak sengaja menembak jatuh sebuah pesawat maskapai Ukraina di dekat bandara di Teheran pada Rabu 8 Januari. Menurut laporan kantor berita Fars, Sabtu 11 Januari 2020, pengakuan itu merupakan perintah langsung dari Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei
 
"Saat pemimpin agung menerima laporan kesalahan fatal tersebut, beliau langsung memerintahkan agar hasil investigasi disampaikan secara eksplisit dan jujur kepada semua orang," tulis laporan di Fars.
 
Dalam sebuah pernyataan resmi, militer Iran mengatakan jatuhnya pesawat maskapai Ukraine International Airlines (UIA) diakibatkan "human error" atau kesalahan manusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Teheran menyebut pesawat dengan nomor penerbangan PS752 itu tak sengaja tertembak karena terbang dekat situs sensitif milik Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC). Militer Iran menegaskan mereka yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut akan diproses hukum.
 
Pesawat UIA PS752 ditembak jatuh di hari yang sama Iran meluncurkan belasan roket ke dua pangkalan militer Amerika Serikat di Irak.
 
Presiden Iran Hassan Rouhani mengaku "sangat menyesal atas kesalahan fatal" terkait jatuhnya pesawat maskapai Ukraina.
 
Kepala UIA Yevhenii Dykhne merespons pengakuan Iran dan juga seruan dari Zelenskiy. "Kami tidak berpikir bahwa kru dan pesawat kami adalah penyebab dari bencana ini. Mereka semua ada kru terbaik," ungkap Dykhne di Facebook.
 
Sementara Presiden Ukraina mendesak Iran menghukum siapapun yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat UIA. Ia juga meminta Iran membayar kompensasi dan meminta maaf secara resmi.
 
"Kami berharap Iran dapat menyeret mereka yang bersalah ke pengadilan. Kami juga meminta pembayaran kompensasi dan pemulangan jenazah," tulis Zelenskiy via akun Facebook.
 
"Semoga proses peradilan kasus ini dapat dilakukan tanpa penundaan," sambung dia.
 
Zelenskiy juga mendesak dibukanya "akses penuh" bagi 45 pakar asal Ukraina yang dikirim untuk membantu penyelidikan di Iran. Tidak hanya itu, Zelenskiy menuliskan di Twitter bahwa dirinya ingin Teheran mengeluarkan "permintaan maaf resmi" kepada Ukraina.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif