Ilustrasi pesawat (Foto:Medcom.id/M Rizal)
Ilustrasi pesawat (Foto:Medcom.id/M Rizal)

Negara Pasifik Kagum Indonesia Bisa Produksi Pesawat

Internasional indonesia-pasifik pasifik
Marcheilla Ariesta • 12 Juli 2019 18:19
Auckland: Negara-negara Pasifik kagum Indonesia semakin maju di bidang teknologi industri. Bahkan mereka heran Indonesia bisa membuat pesawat.
 
"Mereka terkaget-kaget. Tak ada di benak mereka Indonesia sudah sedemikian maju teknologi industrinya. Bahwa Indonesia sudah bisa memproduksi pesawat terbang, kendaraan perang, bahkan komponen pesawat-pesawat, seperti Airbus," kata Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya di Auckland, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Menurut Tantowi, kehadiran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia di Pacific Exposition membuka mata para negara kawasan Pasifik. Tantowi menambahkan, selama ini yang ada di mata negara-negara tersebut, Australia negara yang paling maju di kawasan Pasifik Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi setelah kita datang, kita buka mata mereka bahwa Indonesia adalah negara yang maju dan meyakinkan bagi mereka," imbuhnya.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga menyetujui hal ini. Menurut dia, kegiatan Pacific Exposition ini membuka mata kawasan Pasifik terhadap Indonesia.
 
"Pekerjaan rumah kita banyak, tapi pesan kita menyelenggarakan kegiatan ini adalah Indonesia teman yang dapat dipercaya, kita menawarkan bantuan kerja sama dan berkontribusi untuk mencapai keinginan bersama," ujar Retno.
 
Tantowi menambahkan, beberapa produk buatan Indonesia menarik mata Pasifik, diantaranya pesawat kecil yang cocok untuk penjaga perbatasan, baik untuk patroli maupun menghalau penangkapan ikan secara ilegal.
 
Kegiatan Pacific Exposition merupakan inisiatif Indonesia untuk mempererat hubungan kerja sama dengan negara-negara Pasifik. Kegiatan ini dilaksanakan di Auckland, Selandia Baru sejak 11 hingga 14 Juli 2019.
 
Dalam acara ini, berbagai kegiatan dilakukan, salah satunya pameran produk-produk unggulan, serta forum bisnis. Indonesia mengajak lima provinsi di bagian Timur untuk hadir dalam kegiatan ini.
 
Menlu Retno mengungkapkan, kegiatan ini pertama kali dilakukan Indonesia untuk menjalin persahabatan dan menggali potensi serta kerja sama dengan negara-negara di Pasifik Selatan.
 

(WAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif