Mohammed menyampaikan tidak akan menggunakan solusi militer. Qatar membantah bahwa negaranya mendukung ekstrimis Islam. Sementara itu, jaringan Al Jazeera Qatar mengatakan bahwa pihaknya telah mendapat serangan siber.
"Media Al Jazeera diserang. Baik situs web dan platform media sosial," kata Al Jazeera dalam akun twitternya @aJEnglish seperti yang dikutip dari BBC, Jakarta, Kamis, 9 Juni 2017.
Al Jazeera telah berada di garis bidik perselisihan saat ini. Beberapa negara telah memblokir media tersebut. Di situsnya, Al Jazeera mengatakan bahwa semua layanannya masih berjalan namun serangan tersebut semakin meningkat.
Arab Saudi dan negara-negara lain memotong hubungan perjalanan dan diplomatik pada hari Senin. Kuwait mencoba menengahi dengan melakukan diplomasi antar-jemput antara Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).
Dihadapan wartawan, Sheikh Mohammed mengatakan, Qatar telah diisolasi karena sukses. "Kami adalah platform untuk perdamaian bukan terorisme, perseteruan ini mengancam stabilitas seluruh wilayah," katanya.
Dia pun berjanji tidak akan menyerah dan akan memerdekakan kebijakan luar negeri mereka. "Kami tidak akan menyerah dan tidak akan pernah menyerah untuk memerdekakan kebijakan luar negeri kita,” tuturnya.
Sebagai negara tetangga, Iran menawarkan mengirim makanan dan air ke Qatar, mengingat persedian makanan Qatar minim. Namun, Mohammed mengaku belum menerima bantuan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id