NEC mengumumkan hasil referendum amandemen konstitusi Mesir di Kairo, 23 April 2019. (Foto: AFP/MOHAMED EL-SHAHED)
NEC mengumumkan hasil referendum amandemen konstitusi Mesir di Kairo, 23 April 2019. (Foto: AFP/MOHAMED EL-SHAHED)

Warga Mesir Dukung Amandemen, Sisi Dapat Berkuasa Hingga 2030

Internasional mesir
Willy Haryono • 24 April 2019 07:45
Kairo: Warga Mesir telah menggunakan hak pilih mereka dalam sebuah referendum perubahan konstitusi yang dapat membuat presiden petahana Abdel Fattah al-Sisi dapat terus berkuasa hingga 2030. Sebagian besar mendukung amandemen tersebut.
 
Dalam sebuah konferensi pers di Kairo, Kepala Komisi Pemilihan Umum Nasional Mesir (NEC) Lashin Ibrahim mengatakan bahwa 88,83 persen warga yang mengikuti referendum amandemen konstitusi memilih "iya," dengan 11,17 lainnya "tidak."
 
"Pemungutan suara selama tiga hari itu berlangsung dalam iklim demokratis yang dimotori kekuatan kebebasan," lanjutnya, dikutip dari laman AFP, Selasa 23 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sisi mengucapkan terima kasih kepada warga Mesir via Twitter usai mengetahui pengumuman hasil referendum. "Terima kasih kepada warga Mesir yang memukau dunia atas kesadaran terhadap berbagai tantangan yang sedang dihadapi Mesir," tulis Sisi.
 
Sekitar 27 juta warga Mesir memjiliki hak pilih dalam referendum amandemen konstitusi. Namun tingkat keikutsertaan warga relatif rendah, yakni hanya di angka 44,33 persen.
 
Sejumlah grup hak asasi manusia mengkritik referendum yang dinilai dilakukan terlalu terburu-buru. Referendum juga dinilai digelar di tengah tekanan pemerintahan Sisi terhadap kubu oposisi.
 
Parlemen Mesir, yang di dalamnya banyak diduduki loyalis Sisi, menyepakati amandemen pekan lalu. Setelah disepakati di parlemen, usulan amandemen konstitusi kemudian dilanjutkan ke mekanisme referendum.
 
Beberapa kritikus menilai amandemen ini berpotensi mengembalikan pemerintah Mesir ke era otoriter di bawah Hosni Mubarak, yang telah berkuasa selama 29 tahun.
 
Pada 2013, Sisi memimpin kudeta militer yang menggulingkan presiden demokratis pertama Mesir, Mohammed Morsi. Sisi pun berkuasa satu tahun setelahnya, dan menjadi Presiden Mesir hingga saat ini.
 
Sejak Sisi berkuasa, puluhan ribu orang telah ditangkap atas berbagai tuduhan. Sejumlah grup hak asasi manusia menilai penangkapan tersebut dilakukan Sisi terhadap mereka yang berani mengkritik pemerintah.
 
Sisi pertama kali terpilih pada 2014, dan kembali menang pemilu tahun lalu dengan raihan suara 97 persen. Pemilu Mesir berjalan tanpa kompetisi, karena beberapa kandidat potensial untuk melawan Sisi tidak bisa berpartisipasi atau sedang berada di dalam penjara.
 
Baca:Puluhan Juta Warga Mesir Ikuti Referendum Konstitusi
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif