Gubernur Yerusalem Berharap Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Marcheilla Ariesta 13 September 2018 08:15 WIB
indonesia-palestina
Gubernur Yerusalem Berharap Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina
Dubes Andy Rachmianto (kanan) dan Gubernur Yerusalem Adnan Ghaith (kiri). (Foto: Dok. KBRI Amman).
Yerusalem: Indonesia terus mendeklarasikan dukungan untuk Palestina, tak hanya lewat bantuan kemanusiaan, namun juga dalam berbagai bidang, seperti ekonomi. Dukungan Indonesia selalu disampaikan lewat berbagai forum internasional.

"Indonesia sebagai salah satu promotor, melalui pemungutan suara telah mengesahkan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang perlindungan warga sipil Palestina berjudul Protection of Palestinian Civilians," kata Duta Besar RI untuk Yordania Andy Rachmianto, dikutip dari pernyataan tertulis KBRI Amman, Kamis 13 September 2018.

Pernyataan tersebut disampaikan Andy kala bertemu dengan Gubernur Yerusalem Adnan Ghaith di Yerusalem Timur. Rombongan KBRai juga melakukan kunjungan ke tanah suci Al Haram Al Sharif.


Ghaith menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia terhadap perjuangan Palestina untuk merdeka. Dia mengatakan kunjungan wiswatawan Indonesia ke Yerusalem sebagai saksi semakin tertindasnya masyarakat Palestina oleh Israel.

Dia mengatakan situasi di Yerusalem semakin sulit sejak Amerika Serikat (AS) mengakuinya sebagai ibu kota Israel. Terlebih saat AS memindahkan kantor kedutaan besar mereka yang membuat Israel seperti mendapatkan energi mempercepat pencapaiam Visi Israel 2050.

Ghaith menyatakan harapannya pada dukungan Indonesia dan internasional untuk memperjuangkan nasib rakyat Palestina. Dia meminta agar isu Yahudisasi, agresi militer dan perluasan pembangunan ilegal, pengusiran paksa penduduk dari tanahnya, perusakan situs-situs muslim yang diakui UNESCO dan lainnya diangkat. Pasalnya hal-hal tersebut bertujuan menghilangkan identitas Palestina.

Tak hanya bertemu Gubernur Yerusalem, Dubes Andy juga mengunjungi Walikota Hebron, Tayseer Abu Sneinah. Dia juga menyampaikan hal serupa dengan Gubernur Yerusalem.

Dia mengatakan situasi Kota Hebron yang merupakan wilayah paling luas di Tepi barat dan mempunyai populasi yang paling besar di Palestina yaitu sekitar 850.000 orang. Secara ekonomi, Hebron merupakan wilayah yang menyumbang pemasukan negara paling besar yang mencapai 50 persen GDP Palestina. 

"Bagi masyarakat Hebron khususnya, nama Indonesia sudah sangat melekat di hati," katanya.

Karenanya dia berharap masyarakat Indonesia dapat berkunjung sesering mungkin ke kota Hebron yang termasuk sebagai salah satu warisan budaya Dunia UNESCO.

Selain pertemuan bilateral, Dubes Andy juga mempromosikan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33 yang akan diselenggarakan di ICE, BSD City, Tangerang, Indonesia, pada 24 hingga 28 Oktober 2018 di hadapan pebisnis kota Hebron. Pertemuan yang diadakan di Gedung Palestinian Businessmen Forum (PBF) dipimpin oleh Ketua KADIN Hebron, Muhammad Ghazi Herbawi.

Hubungan Indonesia dan Palestina amat sangat dekat. Perjuangan kemerdekaan Palestina disebut-sebut berada di jantung politik luar negeri Indonesia.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id