Warga memeriksa lokasi serangan udara Israel di Jalur Gaza, 31 Januari 2020. (Foto: AFP/SAID KHATIB)
Warga memeriksa lokasi serangan udara Israel di Jalur Gaza, 31 Januari 2020. (Foto: AFP/SAID KHATIB)

Balas Balon Peledak, Israel Gempur Hamas di Gaza

Internasional palestina israel
Willy Haryono • 05 Februari 2020 14:02
Tel Aviv: Pesawat jet tempur Israel menghantam beberapa posisi kelompok Hamas di Jalur Gaza, Rabu 5 Februari 2020. Militer Israel mengklaim gempuran itu merupakan balasan atas serangan proyektil dan juga "balon peledak" dari arah Gaza.
 
"Jet tempur menghancurkan beberapa target Hamas di Jalur Gaza, termasuk sebuah pabrik senjata," ucap pernyataan militer Israel, dikutip dari AFP.
 
Hingga saat ini belum ada laporan dari Jalur Gaza mengenai korban tewas atau luka maupun kerusakan bangunan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tel Aviv mengklaim sejumlah anggota Hamas telah meluncurkan tiga proyektil dan beberapa "balon peledak" ke Israel selatan. Otoritas medis maupun keamanan di Gaza tidak melaporkan adanya korban jiwa atau kerusakan infrastruktur.
 
Sejak Presiden Amerika Serikat mengumummkan rencana perdamaian Palestina-Israel pekan lalu, aksi saling serang terus terjadi antara militer Israel dan Hamas. Perseteruan ini melibatkan peluncuran roket, mortir hingga balon peledak.
 
Palestina mengecam keras rencana perdamaian AS karena dinilai terlalu menguntungkan Israel.
 
Dalam rencana perdamaian versi Trump, AS mengakui Yerusalem sebagai "ibu kota sepenuhnya" milik Israel. Trump menyebut nantinya Palestina boleh mendeklarasikan ibu kota di dalam Yerusalem yang dikuasai Israel.
 
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menegaskan bahwa PBB adalah penjaga aturan internasional dalam konflik Palestina-Israel. Ia juga menekankan kembali posisi PBB terhadap Solusi Dua Negara (Two-State) Solution, sebuah ide yang didukung sebagian besar negara dunia.
 
Hamas dan Israel telah tiga kali berperang sejak 2008. Namun dalam setahun terakhir, Hamas dan Israel berangsur-angsur mulai membangun gencatan senjata informal. Di bawah perjanjian tak resmi ini, Yahudi mulai meringankan kebijakan blokade dan pengepungan yang selama ini diterapkan di Jalur Gaza.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif