WNI di Yordania akan memberikan suaranya pada Pilpres 2019. (Foto: Desi Angriani/Medcom.id).
WNI di Yordania akan memberikan suaranya pada Pilpres 2019. (Foto: Desi Angriani/Medcom.id).

Laporan dari Yordania

80 Persen Pemilih di Yordania Tak Akan Golput

Desi Angriani • 29 Maret 2019 06:11
Amman: Sebanyak 1.032 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Yordania terekam dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu serentak 2019. Dari jumlah tersebut, 80 persennya bakal menggunakan hak pilih alias tidak golput.
 
Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri Perwakilan RI Amman-Yordania Miftah Nafid Firdaus meyakini jumlah pemilih di Yordania pada pemilu serentak kali ini  akan melebihi target Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di mana KPU menargetkan 50 persen dari total 1.032 DPT di Yordania menggunakan hak pilihnya.
 
"Target dari KPU untuk pemilu di luar negeri dikasih 50 persen dari 1.032 tadi. Kita meyakini 80 persen akan menggunakan hak pilihnya," ujar Miftah saat ditemui di KBRI Amman, Yordania, Kamis 28 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya Panitia Pemilihan Luar Negeri Perwakilan RI Amman di Yordania telah melakukan sosialisasi secara optimal baik melalui tatap muka maupun media sosial. Mereka melakukan sosialisasi tatap muka secara bertahap, sedangkan media sosial yang digunakan ialah Facebook lantaran mayoritas DPT di Yordania merupakan pekerja migran
 
"Sosialisasi terakhir tatap muka itu ya malam ini. Kita memanfaatkan sosial media Facebook dan instagram. Kita pilih FB untuk berikan informasi karena lebih efektif karena mayoritas WNI pekerja migran yang suka mengakses FB," ungkap dia.
 
Namun demikian, ia menemui kendala ketika melakukan sosialisasi terhadap pekerja migran yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga. Kebanyakan TKW tidak bisa memperoleh akses informasi lantaran tidak memperoleh izin dari majikan masing-masing. 
 
"Kesulitan aksesnya,  kita menempuh langkah telpon untuk pekerja migran. Karena banyak majikan yang susah komunikasinya. Tetapi kita memberikan penjelasan bahwa pemilu di Indonesia penting sebagaimana pemilu di Yordania," tambahnya.
 
80 Persen Pemilih di Yordania Tak Akan Golput
WNI di Yordania mendaftar untuk memberikan suara di Pilpres 2019. (Foto: Desi Angriani/Medcom.id).
 
Untuk menghindari terjadinya kecurangan, Miftah dan panitia lainnya menyimpan surat suara pada satu ruangan yang dilengkapi oleh CCTV dan penjagaan ketat. Surat suara tersebut disimpan di KBRI Amman, Yordania.
 
"Kita taruh ditempat yang aman dan terjaga, kita tarok di satu ruangan," imbuhnya.
 
Sementara itu, Mahasiswa S2 Jordan University, Zulkarnain Nasution menilai, sosialisasi penyelenggaraan pemilu 2019 di Yordania cukup efektif. Sebab para panitia memberikan update informasi mengenai jumlah DPT serta tata cara dalam melakukan pencoblosan.
 
"Terkait sosialisasi pemilu yang di selenggarakan, menurut saya cukup jelas penyampaiannya, dan ini adalah sosialisasi yang kedua yang sebelumnya sudah terlaksana di gedung HPMI," ujarnya kepada Medcom.id.
 
Zulkarnain mengaku begitu antusias lantaran pemilu kali ini menjadi pengalaman pertama baginya dalam menggunakan hak pilih di luar negeri. Sebab pada 2014 lalu, ia mengikuti agenda pemilihan presiden di dalam negeri.
 
Ia pun menyarankan seluruh diaspora yang berada di Yordania turut memeriahkan pesta demokrasi di Indonesia. Baginya satu suara sangat berarti dalam menentukan nasib bangsa lima tahun mendatang.
 
"Gunakan hak pilihnya dengan benar dan jangan golput, karena satu suara sangat berarti bagi Indonesia. Dan juga sangat berharga bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden. Karena itu juga kitalah yang menentukan nasib bangsa ini kedepannya, ayok sama-sama berpartisipasi dalam pemilu 2019," pungkas dia.
 
Adapun Panitia Pemilihan Luar Negeri Perwakilan RI Amman-Yordania telah menerima 90 persen surat suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dari jumlah tersebut terdapat 5 surat suara yang rusak untuk pemilihan anggota legislatif dan sisanya kekurangan surat suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden.
 
Nantinya pemungutan suara bagi WNI yang berdomisili di kota Amman, Yordania akan memberikan suaranya di dua TPS di Wisma Kedubes RI Amman pada tanggal 14 April 2019. 
 
80 Persen Pemilih di Yordania Tak Akan Golput
WNI yang berada di Yordania bersama Dubes RI Andy Rachmianto. (Foto: Desi Angriani/Medcom.id).
 
Sementara 21 WNI yang berdomisili di luar kota Amman akan melakukan pemungutan suara melalui POS pada 17 April 2019 bersamaan dengan Pemungutan dan Penghitungan Suara di dalam negeri. Kemudian Pemungutan Suara melalui KSK (Kotak Suara Keliling) dilakukan di Aqobah.
 
Seperti diketahui, pemilu 2019 merupakan pemilu serentak pertama kali dalam sejarah demokrasi Indonesia, yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta pemilihan anggota Legislatif pada waktu yang bersamaan. 
 
Bagi pemilih di luar negeri akan menerima 2 (dua) surat suara, yaitu surat suara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dan dan Anggota DPR RI untuk Daerah Pemilihan DKI Jakarta II yang meliputi Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Pemilu kali ini diikuti oleh 16 partai politik nasional dan 4 partai politik Aceh.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif