Seorang personel Houthi bersiaga dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Sanaa, Yaman, 9 November 2019. (Foto: AFP/MOHAMMED HUWAIS)
Seorang personel Houthi bersiaga dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Sanaa, Yaman, 9 November 2019. (Foto: AFP/MOHAMMED HUWAIS)

Koalisi Arab Saudi Bebaskan 200 Pemberontak Houthi

Internasional konflik yaman
Willy Haryono • 27 November 2019 11:00
Riyadh: Koalisi militer pimpinan Arab Saudi membebaskan 200 tahanan pemberontak Houthi dalam upaya mengakhiri konflik berkepanjangan di Yaman.
 
"Langkah ini bertujuan membentuk dasar dari sebuah kesepakatan pertukaran tahanan dan juga untuk mendukung Perjanjian Stockholm demi menyelesaikan krisis di Yaman," ucap juru bicara koalisi Saudi, Kolonel Turki al- Maliki, seperti dilaporkan dari kantor berita Saudi Press Agency (SPA), Selasa 26 November 2019.
 
Sebagai balasan atas pembebasan tahanan, Houthi mulai membuka akses bandara di Sanaa, ibu kota Yaman. Sejak konflik di Yaman berkecamuk, Houthi menguasai seluruh wilayah Sanaa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penerbangan dari bandara Sanaa akan dimulai untuk pasien yang membutuhkan perawatan medis dengan didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," ujar al-Maliki, dikutip dari Anadolu Agency, Rabu 27 November 2019.
 
Desember lalu, perwakilan pemerintah Yaman dan pemimpin Houthi menggelar pertemuan yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Stockholm. Pertemuan menghasilkan sebuah perjanjian gencatan senjata untuk wilayah kota pelabuhan Hodeidah.
 
Hodeidah merupakan pelabuhan krusial di Yaman yang merupakan titik utama keluar masuknya barang di negara tersebut.
 
Namun hingga saat ini, dua kubu bertikai di Yaman belum sepenuhnya menarik diri dari Hodeidah. Kedua kubu saling menyalahkan adanya pelanggaran, sehingga pertempuran sporadis masih terus terjadi.
 
Pertukaran tahanan kali ini diharapkan dapat membuat kedua kubu dapat lebih menghormati perjanjian Stockholm.
 
Yaman dilanda gelombang kekerasan dan kekacauan sejak 2014, saat Houthi menguasai banyak wilayah di negara tersebut, termasuk Sanaa. Krisis meningkat satu tahun setelahnya, usai Arab Saudi dan sejumlah negara mitra memutuskan mengintervensi.
 
Puluhan ribu orang di Yaman -- termasuk warga sipil -- diyakini telah tewas dalam pertempuran antara Houthi dan koalisi Saudi sejak 2015. Pertempuran juga membuat 14 juta warga Yaman terancam kelaparan.
 
PBB menyebut konflik Yaman telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di era modern.

 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif