"Maladewa mengambil keputusan ini karena penentangan tegas terhadap aktivitas yang mendukung terorisme dan ekstremisme," kata pemerintah negara kepulauan di Samudera Hindia tersebut, seperti dikutip Reuters, Selasa 6 Juni 2017.
Walaupun terkenal sebagai negara wisata, Maladewa juga berjuang untuk mencegah warganya bergabung dengan kelompok teroris di Timur Tengah.
Negara-negara Arab menuding Qatar mendukung aktivitas terorisme, terutama pada Ikhwanul Muslimin yang mereka anggap sebagai kelompok teror.
"Qatar mendukung beberapa kelompok teroris dan sektarian yang bertujuan mengganggu stabilitas di kawasan ini dan mempromosikan skema kelompok-kelompok tersebut melalu media secara terus-menerus," ucap kantor berita Saudi SPA yang mengutip pemerintah.
Dengan bergabungnya Libya dan Maladewa yang memutus hubungan dengan Qatar, saat ini total tujuh negara yang tak ingin lagi ada kerja sama diplomatik dengan Qatar.
Menteri Luar Negeri Libya Mohamed Dayri menyatakan bahwa negaranya turut memutus hubungan dengan Qatar, namun tak menjelaskan lebih rinci perihal itu.
Saudi menyebut langkah ini diperlukan sebagai bentuk perlindungan keamanan nasional dari bahaya terorisme dan ekstremisme.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id