Penyanyi terkenal Arab Saudi bernama Mohammed Abdu batalkan konser di Qatar (Foto: Al Arabiya).
Penyanyi terkenal Arab Saudi bernama Mohammed Abdu batalkan konser di Qatar (Foto: Al Arabiya).

Kisruh Politik, Penyanyi Arab Saudi Batalkan Konser di Qatar

Arpan Rahman • 06 Juni 2017 20:12
medcom.id, Doha: Penyanyi terkenal Arab Saudi bernama Mohammed Abdu telah membatalkan konsernya yang akan datang di Qatar. 
 
Keputusan pembatalan itu diumumkan ke publik setelah putusnya hubungan diplomatik antara kedua negara.
 
Konser tersebut itu sendiri dijadwalkan akan tergelar di Doha pada 18 Agustus. Tapi diketahui bukan konser tunggal, melainkan hanya sebagai bagian dari Qatar Summer Festival 2017.
 
Seperti dilansir Al Arabiya, Selasa 6 Juni 2017, bahwa Salem al-Hindi -- pimpinan perusahaan hiburan Rotana, sebelumnya mengumumkan peluncuran sebuah konser yang menampilkan Abdu dan penyanyi Kuwait, Nawal, pada sebuah konferensi pers di Doha pada tanggal 23 Mei lalu.
 
Rotana adalah sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Pangeran al-Waleed bin Talal -- seorang pengusaha, investor, dan filantropis yang juga anggota keluarga kerajaan Saudi.
 
Setidaknya tujuh negara Timur Tengah yang dimotori Arab Saudi dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada 5 Juni. Kemudian menyusul seperti Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, Libya, Maladewa dan Yaman juga memutuskan hubungannya dengan Qatar.
 
 
Arab Saudi memutuskan akan menutup perbatasan serta menutup kontak darat, laut dan udara dengan Qatar. Pemerintah Arab Saudi, UEA dan Bahran sudah memberi waktu dua pekan bagi warga Qatar untuk keluar wilayahnya dan 48 jam bagi diplomat negara kecil ini.
 
Alasan pemutusan
 
Arab Saudi mengambil keputusan ini karena sikap Qatar yang mereka anggap 'merangkul kelompok teroris dan sektarian lain yang bertujuan membuat kawasan teluk tidak stabil'. 
 
Kelompok yang dimaksud Arab Saudi termasuk Al Qaeda, Islamic State (ISIS) dan Ikhwanul Muslimin. Selain juga kelompok lain yang didukung oleh Iran.
 
Mengenai tuduhan mendukung terorisme yang dikeluarkan oleh Arab Saudi, Kementerian Luar Negeri Qatar menyesalkan tuduhan tersebut. 
 
"Qatar menjadi sasaran kampanye penuh kebohongan dan terlalu dibuat-buat. Ini adalah bentuk upaya melemahkan kedaulatan Qatar," pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar, seperti dikutip Guardian, Senin 5 Juni 2017.
 
Selain itu, Kemenlu Qatar menilai tuduhan tersebut dilontarkan untuk merusak reputasi Qatar di mata AS dan dunia internasional. 
 
Kisruh Politik, Penyanyi Arab Saudi Batalkan Konser di Qatar
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan